GAGAL KABUR : Nurdin saat diamankan tim gabungan Polsek Muara Jawa di sebuah kosan Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Rabu (21/8/2019) malam lalu. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Pencurian sepeda motor (curanmor) kian marak terjadi di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Tapi berkat kegigihan dan kerja keras aparat kepolisian, kasus pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut akhirnya terungkap.

Buktinya, pada Rabu (21/8/2019) lalu, tim gabungan Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Muara Jawa dibantu Polsek Samboja dan Polsek Anggana berhasil mengamankan dua pemain curanmor. Mereka bernama Kamiruddin (40) dan Nurdin (34), warga pendatang asal Sulawesi.

“ Keduanya kami tangkap di lokasi yang berbeda. Kamiruddin kami amankan di Muara Jawa sekitar pukul 5 sore, sedangkan Nurdin di sebuah kosan di sekitaran Sindang Sari, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda sekitar pukul 12 malam,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman, Jumat (23/8/2019) pagi.Dari tangan Kamiruddin dan Nurdin, petugas mengamankan 12 unit sepeda motor berbagai merek.

“ Satu motor kami amankan dari tangan Kamiruddin, sementara 11 unit lainnya di tangan Nurdin dan disembunyikan di lorong kos-kosan tempatnya tinggal,” urai Anton.

Pencurian itu dilakukan Kamiruddin dan Nurdin selama 2 bulan di Muara Jawa, Samboja, Anggana, Sanga-sanga serta Samarinda. Keduanya selalu beraksi saat dini hari dengan mengincar kendaraan yang diparkir depan rumah atau mess perusahaan.

“ Kadang berdua, tapi kadang Nurdin sendirian saja. Caranya mencuri dengan memutuskan kabel kontak atau mencari sepeda motor yang kuncinya masih menempel. Terakhir mereka mencuri dua sepeda motor milik Mahasiswa KKN Unmul pada 9 Agustus lalu,” beber Kapolsek.

Tak hanya itu, setiap beraksi Nurdin selalu menggunakan satu unit mobil minibus merek Grandmax warna putih. Mobil itu digunakannya untuk mengangkut hasil curian.

“ Mobil itu mobil rentalan di Samarinda. Jadi sama dia (Nurdin,Red) motor-motor yang dicuri dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke kosannya untuk disembunyikan di lorong kos,” terang Anton, lagi.

Terungkapnya kasus ini berawal maraknya laporan yang diterima Unit Reskrim Polsek Muara Jawa. Kemudian Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Dedi beserta personil untuk melakukan penyelidikan dilapangan. Sampai akhirnya, petugas berhasil mengantongi identitas Kamiruddin.

Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya Kamiruddin berhasil diamankan lebih dulu, baru Nurdin. Bahkan saat mengamankan Nurdin, petugas harus mengepung kosan tempat dimana Nurdin tinggal.

“ Waktu itu dia lagi tidur di dalam, kemudian satu anggota saya masuk ke dalam kosan dan yang lain mengepung diluar. Ternyata benar, sewaktu anggota masuk, dia mendengar dan berusaha kabur lewat belakang. Untungnya anggota cepat bergerak dan pelaku berhasil diamankan,” kata Anton.Saat ini, lanjutnya, Kamiruddin dan Nurdin sudah diamankan di Mako Polsek Muara Jawa dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Kedua komplotan ini merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2017.

“ Dulu mereka nggak pernah beraksi berdua, baru kali ini mereka gabung. Kamiruddin sebagai pendamping, sedangkan Nurdin pemetik atau pencurinya,” jelas Kapolsek, lagi.

Rencananya, belasan sepeda motor hasil curian itu akan dijual. Tapi karena keduanya belum menemukan pembeli dengan harga yang cocok, sehingga oleh Nurdin, semua sepeda motor itu disembunyikan terlebih dahulu.

“ Keduluan kami tangkap, jadi belum sempat dijual semua sama mereka,” ucap Anton.

Kalau dilihat, tambah Kapolsek, Nurdin merupakan spesialis mencuri sepeda motor besar, seperti CBR250, R15, Nmax dan Aerox. Namun terkadang, Nurdin juga menjarah sepeda motor kecil. Itu dibuktikan dengan sepeda motor yang dicurinya.

“ Rata-rata motor besar dan dia mencuri tak perlu lama-lama. Hanya beberapa menit saja, sepeda motor yang diincar sudah berhasil dia bawa,” tuturnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu