RESAHKAN WARGA : Nur saat diamankan Unit Reskrim Polsek Muara Muntai beserta barang buktinya. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Seorang pemuda bernama Nur Hasbullah, warga Jalan Gajah Mada, Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pemuda berusia 24 tahun ini diamankan karena berulang kali mencuri uang di kotak amal masjid.

Terakhir, pencurian ini dilakukan Nur di Masjid besar Asy Syakirin, Desa Muara Muntai Ulu, pada Senin (26/8/2019) sore lalu sekitar pukul 15.30 Wita.

“ Pengakuannya sudah sering kali. Bahkan saat kita amankan dirumahnya, Selasa (27/8/2019) kemarin, kita temukan tiga buah kotak amal beserta 6 gembok dan 10 anak kunci. Sementara uangnya sebanyak Rp 955 ribu. Itu semua hasil curian,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Muntai Iptu AHA Badulu kepada harian ini, Kamis (29/8/2019) pagi.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Nur kedapatan sedang membongkar kotak amal di Masjid Asy Syakirin. Aksi Nur tersebut pertama kali diketahui oleh Nur Adhi (16). Ketika itu Adhi yang hendak menyalakan suara pengajian di masjid jelang sholat ashar, melihat Nur sedang duduk disamping kotak amal yang terbuka sambil memegang uang ratusan ribu.

Kemudian oleh Adhi, hal itu dilaporkan ke pengurus masjid dan diteruskan ke Polsek Muara Muntai.

“ Setelah menerima laporan, anggota langsung saya kerahkan ke lapangan untuk menangkap pelaku. Ketika diamankan, pelaku mengakuinya,” tutur Badulu, lagi.

Pencurian ini sudah direncanakan oleh Nur. Pertama Nur mengambil anak kunci kotak amalnya lebih dulu, barulah beraksi beberapa hari kemudian saat masjid dalam keadaan sepi. Hasil curian itu digunakan Nur untuk berfoya-foya.

“ Jadi dia (Nur,Red) mengincar masjid yang jauh dari rumahnya. Dia beralasan ke masjid dan mencari anak kunci kotak amalnya dulu. Setelah sepi, barulah dia buka gembok dan ambil uang dalam kotak amal. Uang yang dia dapat buat beli rokok sama keperluan sehari-hari, karena dia ini pengangguran,” urai Kapolsek.

Nur ini, ungkap Badulu, memang terkenal sering mencuri dan meresahkan masyarakat. Bahkan Nur juga pernah ketahuan mencuri tabung gas, tapi dimaafkan oleh pemiliknya. Tak hanya masyarakat saja. Orang tuanya juga sudah lelah menasehati Nur berulang kali.

“ Orang tuanya sudah tahu kalau anaknya nakal dan suka mencuri, tapi susah untuk dinasehati. Sehingga orang tuanya pasrah dan menyerahkan ke kami (polisi,Red),” tuturnya.

Akibat perbuatannya, Nur sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara 5 tahun.

“ Saat ini dia sudah kami tahan di Mako Polres Kukar,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu