POLRI PEDULI : Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan saat menyambangi keluarga Bapak Nasib dan Ibu Atik di Desa Bunga Jadi. (ist)

Ketika Polisi Sambangi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Kukar

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) terkenal akan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Namun ternyata, hal itu tak menjamin seluruh masyarakatnya makmur dan sejahtera. Buktinya saja di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, terdapat sepasang suami istri yang hidup kurang mampu.

Ya, mereka adalah Bapak Nasib dan Ibu Atik. Keduanya sudah sangat lama tinggal di Desa Bunga Jadi tersebut. Sehari-harinya, Nasib hanya bisa berkebun atau bertani disekitar tempat tinggal, karena harus menjaga istrinya yang menderita penyakit stroke sejak 3 tahun lalu.

“ Ya beginilah kondisi kami pak. Kadang tidak makan karena tidak ada beras. Ya kalau lapar makan nasi yang sudah dipenuhi semut atau dikasih tetangga,” kata Nasib saat disambangi Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan, Jumat (2/8/2019) pagi.

Nasib mengaku pernah mendapatkan tawaran untuk bekerja di ladang. Tapi karena ia tak sanggup meninggalkan istrinya tersebut, tawaran itu ditolak. Apalagi Nasib diketahui tidak memiliki anak apalagi keluarga di Muara Kaman untuk menggantikannya dirumah.

“ Mau gimana lagi pak. Kalau saya kerja siapa yang urus istri dirumah. Makan minum saja saya yang harus suapin, apalagi yang lain,” jelasnya.

Saat ini Nasib tinggal di sebuah rumah kayu bersama istrinya yang sudah menginjak usia 54 tahun. Rumah tersebut awalnya sangat tidak layak huni. Namun setelah terdaftar sebagai penerima program bedah rumah pada zaman Rita Widyasari sebagai Bupati Kukar bekerja sama dengan Kodim 0906 Tenggarong, rumah mereka dibenahi tahun 2013.

Ketika istrinya sakit pertama kali, Nasib pernah membawanya ke rumah sakit. Tapi karena tak ada perubahan alias sembuh, akhirnya ia pasrah dengan kondisi istrinya sekarang.

“ Saya hanya bisa berdoa pak. Semoga istri saya diberikan kesembuhan,” ungkap Nasib.

Sementara itu, Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan menyambangi rumah Nasib bersama personil sekitar pukul 08.00 Wita. Ketika masuk ke dalam rumah, Kapolsek tampak sedih melihat kondisi keluarga ini. Apalagi hanya ada terdapat kasur yang sudah lusuh sebagai tempat berbaring Ibu Atik.

“ Kasihan mas. Istrinya sudah sakit-sakitan dan kedua tangannya tidak normal. Bahkan ketika mau memasukkan makanan ke dalam mulut, kadang berhamburan hingga di kasur,” ucap Panjaitan kepada harian ini.

“ Apalagi ketika ditinggal suaminya keluar rumah untuk mencari uang, ibu ini terpaksa buang air kecil dan besar di atas kasur tempatnya tidur,” tambahnya.

Setiap harinya Ibu Atik hanya mengenakan sehelai kain sarung untuk menutupi tubuhnya. Itupun terang Panjaitan, disaat ada tamu saja.

“ Kalau tidak ada orang menjenguk ya nggak pakai sarung. Saat ada orang saja baru ditutupi dengan kain sarung seadanya,” tutur Kapolsek.

Hal yang paling menyedihkan lagi ketika dirinya mengetahui kalau segenggam beras dan uang-pun tak dimiliki Nasib dan Atik dirumah. Hanya ada nasi putih yang dipenuhi semut.

“ Tadi saya lihat nasi itu rencananya akan dimakan sama mereka (Nasib dan Atik,Red),” ucap Panjaitan.

Sehingga lanjutnya, melalui program Jumat Berbagi Kapolda Kaltim dan Kapolres Kukar ini, Panjaitan menyerahkan sedikit bantuan sembako dan uang tunai untuk keperluan keluarga Bapak Nasib.

“ Sebenarnya ini sudah yang kedua kalinya saya datangin rumah keluarga ini. Setahu saya selama ini belum pernah ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Hanya bedah rumah ini saja,” cetusnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu