TEMUI WARGA : Kapolsek Kota Bangun AKP Subari saat mengunjungi rumah Mbah Jamini, seorang janda 4 anak di SP 4 Desa Sumber Sari dalam program Jumat Berbagi. (ist)

Ketika Polisi Sambangi Masyarakat Kurang Mampu di Kabupaten Kukar

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara (Kukar) terkenal dengan sebutan sebagai kabupaten terkaya di Indonesia. Pasalnya, kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini banyak memiliki hasil sumber daya alam (SDA) yang melimpah, salah satunya minyak dan gas (migas) serta batu bara.

Tapi kekayaan tersebut tak semuanya bisa dirasakan masyarakat kecil. Seperti yang dialami Mbah Jamini (57) warga SP 4 Desa Sumber Sari RT 05, Kecamatan Kota Bangun ini. Wanita paruh baya ini harus hidup berjuang keras bersama ke empat anaknya sejak suaminya meninggal tahun 2008. Mirisnya lagi, setelah suaminya tidak ada, Mbah Jamini harus kehilangan penglihatannya alias tuna netra akibat sakit yang dideritanya.

Ya begitulah kondisi Mbah Jamini. Tak hanya dirinya saja yang mengalami kekurangan pada fisiknya, namun anak-anaknya juga.

“ Iya mas, tadi (Jumat,Red) pas saya ke rumahnya, saya lihat anaknya ada empat. Mereka ada yang tidak bisa jalan dan kekurangan pada fisiknya. Hanya ada satu yang bekerja. Itupun hanya serabutan untuk biaya makan sehari-hari,” terang Kapolsek Kota Bangun AKP Subari kepada 1News.id.

Tinggal di Kukar sejak 30 tahun lalu di sebuah rumah kayu, Mbah Jamini hanya bisa pasrah dengan kondisinya sekarang. Dia hanya bisa mengharapkan bantuan dari keluarga, tetangga dan juga anaknya yang masih mampu bekerja tersebut, meski dengan penghasilan yang tidak tetap.

Apalagi untuk biaya berobat. Mbah Jamini dan anak-anaknya sama sekali tidak memiliki asuransi kesehatan untuk pergi ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat.

“ Waktu pertama kali saya datang, saya sangat tidak menyangka kondisi rumahnya. Sangat tidak layak huni, dan udara di dalam rumah juga tidak bagus,” kata Kapolsek.

“ Soalnya ada anaknya yang tidak bisa berjalan hanya bisa terbaring dilantai. Sehingga anaknya makan disitu, buang air disitu, dan lain sebagainya disitu semua. Kasihan mas, saya saja tidak tega melihatnya,” ungkap Subari.

Sehingga melalui program jumat berbagi Kapolda Kaltim dan Kapolres Kukar, Jumat pagi tadi sekitar pukul 09.50 Wita, Subari beserta rombongan dari Polsek Kota Bangun menyambangi rumah Mbah Jamini bersama dengan Sekdes Sumber Sari, M Samsu. Dalam kesempatan itu, Subari memberikan bantuan sembako kepada Mbah Jamini.

“ Alhamdulillah, terima kasih pak Kapolsek, mudahan lancar rezeki bapak,” kata Mbah Jamini.

Sementara itu, ketika ditanya Kapolsek apakah pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sekdes Sumber Sari, M Samsu menjelaskan kepada Kapolsek bahwa Mbah Jamini pernah mendapatkan bantuan langsung dari program pusat di era Pak Jokowi, namun sempat terhenti saat ada perubahan data. Tapi saat ini, bantuan tersebut dikabarkan kembali diberikan oleh Mbah Jamini.

“ Infonya begitu, hanya bantuan dari pusat saja, sementara dari pemerintah daerah sendiri belum ada dan masih diajukan oleh pihak desa dan belum tahu disetujui apa tidak,” beber Subari. (bay)

Berikan Tanggapanmu