KENA TILANG : Seorang bocah di Samarinda Seberang terjaring razia di Jalan Bung Tomo, Senin (1/7/2019) pagi. Sudah tidak mengenakan helm, bocah ini juga tidak memiliki SIM dan belum cukup umur. (ist)

1News.id, SAMARINDA – Guna menindak segala bentuk pelanggaran di jalan raya. Senin (1/7/2019) pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita, Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Samarinda menggelar razia di Jalan Bung Tomo, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Tentu saja, dalam razia yang digelar rutin tersebut, banyak ditemukan berbagai bentuk pelanggaran.

Namun, ada hal lucu yang terjadi saat penindakan tersebut dilakukan. Terdapat seorang bocah tak bisa berkutik saat kedapatan membawa sepeda motor milik orang tuanya. Bocah tersebut hanya bisa pasrah dan tertunduk ketika dihentikan oleh seorang polantas.

Bocah itu pun lalu dibawa ke pinggir jalan untuk diberikan penjelasan. Tapi saat diberikan selembar surat berwarna biru, bocah itu makin kebingungan.

“ Ini apa ya pak?,” tanya dengan wajah bingung.

Kemudian petugas menjelaskan kalau ini surat tilang dan harus diberikan kepada orang tuanya.

“ Ini suratnya disimpan. Jangan sampai hilang ya, nanti kasihkan ke orang tuamu,” ucap Kanit Turjawali, AKP Yasir yang memimpin razia tersebut.

Dengan wajah murung, bocah itupun langsung pergi meninggalkan lokasi razia itu dengan berjalan kaki. Pasalnya sepeda motor yang dibawanya tersebut, terpaksa ditahan oleh petugas demi keselamatannya di jalan raya.

“ Kami minta orang tuanya untuk mengambilnya, tapi harus membayar biaya tilangannya di bank. Kemudian saya harap semua orang tua jangan membiarkan anak-anaknya membawa kendaraan, apalagi yang belum cukup umur. Bukan ada apa, tapi demi keselamatan anak-anak mereka juga,” tegas Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso kepada harian ini.

Setidaknya, dalam razia rutin ini. Polantas Samarinda menindak 7 prioritas pelanggaran, seperti tidak mengenakan helm, membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, tidak mengenakan sabun pengaman, mabuk saat berkendara, anak-anak dibawah umur, melawan arus, serta menggunakan handphone ketika berkendara.

“ Bukan hanya itu. Kami juga minta pemilik atau sopir kendaraan berat agar mengecek kondisi kendaraannya. Karena akhir-akhir ini, sering sekali terjadi insiden out of control (OC) akibat kerusakan pada rem dan sebagainya,” cetus Erick. (Vie)

Berikan Tanggapanmu