BAPAK MESUM : Abet saat dimintai keterangan oleh penyidik didampingi Kanit Reskrim Polsek Loa Janan Iptu Edi Hariyanto. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Bukannya menjaga dan melindungi, malah berbuat hal yang tidak sepantasnya. Itulah yang dilakukan Albardiansyah alias Abet (49) warga Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai makelar mobil bekas ini tega mencabuli anak tirinya sendiri, sebut saja Mawar (15).

Akibat perbuatannya, Abet terpaksa diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Loa Janan, pada Senin (22/7/2019) malam lalu sekitar pukul 22.00 Wita.

“ Pelaku sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP Andhika Dharma Sena, melalui Kanit Reskrim Iptu Edi Hariyanto kepada harian ini.Abet sendiri dijerat dengan Pasal 76 E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 65 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara perbuatan tak senonoh Abet terhadap Mawar baru terungkap pada 10 Juli 2019 lalu, usai kepergok oleh istrinya atau ibu Mawar. Ketika itu Abet kedapatan tidak mengenakan celana dalam sambil mencabuli siswi SMA kelas 1 tersebut di dalam kamar rumah.

“ Sebenarnya dia (Abet,Red) sudah mencabuli korban lebih dari 100 kali, dan itu dilakukannya selama satu tahun,” beber Edi.Terpisah, Abet mengaku khilaf akan perbuatannya. Dia terpaksa melakukan itu karena tidak dapat nafsu lagi dengan istrinya.

“ Sama istri sudah tidak bisa ‘berdiri’ lagi. Tapi nggak tahu kenapa dengan anak saya bisa bergairah,” ucap mantan pekerja tambang batu bara ini.

Dia nekat mencabuli Mawar yang dirawatnya sejak sekolah dasar tersebut dikala istrinya sedang tidak ada. Bahkan Abet mengakui bukan hanya satu tahun saja, tapi dirinya sudah melakukan itu sejak Mawar masih SD, semasa tinggal di Samarinda.

“ Sudah lama mas, bukan sewaktu SMA saja. Semenjak dia (Mawar,Red) SD, tapi saya hanya pegang-pegang saja, tidak sampai menidurinya,” akunya. (bay)

Berikan Tanggapanmu