1News.id, Kutai Kartanegara – Pentingnya transparansi dalam pengelolaan Blok Mahakam oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui anak Perusahaan Perusda yakni PT Mahakam Gerbang Raja Mandiri (MGRM). Hal tersebut dikemukakan Rektor Unikarta, Erwinsyah dalam Stadium General LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Kukar di Tenggarong, Kamis (4/7/2019) kemarin.

 Rakyat berhak tahu dan mendapat informasi yang baik dan benar tentang perkembangan PI Blok Mahakam saat ini. Mereka (Pemkab Kukar,Red) harus menjelaskan itu, jangan sampai terkesan ada dusta diantara kita,” ucap Erwinsyah selaku pembicara.

Namun Erwinsyah menyayangkan, dalam kegiatan berjudul  Peran Daerah Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (Participating Interest (PI) 10% Wilayah Kerja Blok Mahakam) ini, Pemkab Kukar tidak hadir.

“ Yang datang hanya saya (Unikarta,Red) dan SKK Migas saja, sementara dari Pemkab tidak hadir. Padahal merekalah yang seharusnya menjelaskan kondisi terkini PI tersebut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Erwinsyah mengingatkan saat ini Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (PD), pada pasal 331 Ayat (4) mengamanatkan tujuan dari didirikannya BUMD yakni, memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik, dan  memperoleh laba dan/atau keuntungan.

Secara makro, menurutnya peranan PD atau BUMD terhadap perekonomian daerah dapat diukur melalui kontribusi nilai tambahnya terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan kemampuannya menyerap tenaga kerja. Tapi tambahnya, hal tersebut dapat dicapai apabila efesiensi internal kelembagaan Pengelola PI sudah berjalan dengan baik.

 Bukan rahasia lagi bahwa BUMD dan anak perusahaan biasanya  sangat jauh dari efesiensi, baik kelembagaan maupun strukturnya. Tugas kita bersama untuk saling mengingatkan dan mengawasinya, agar semuannya berjalan on the track terutama kami di kalangan kampus dan Mahasiswa harus jadi pioner gerakan itu,” terang Erwin, akrab disapa.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti bahwa pentingnya memulai beberapa hal agar PAD dari Blok Mahakam dapat secara optimal dirasakan oleh masyarakat terutama di daerah pesisir sebagai daerah penghasil di wilayah kerja Blok Mahakam seperti Anggana,Sangasanga,Muara Jawa,Samboja,Muara Badak, dan Marangkayu.

Misalnya, lanjut Erwin, dengan melakukan pengaturan disertai ketentuan mengenai pemanfaatan potensi daerah untuk menunjang wirausaha lokal,peluang pelatihan, pengembangan keterampilan,serta dukungan finansial yang mungkin tersedia agar masyarakat  dapat  berperan  serta  di setiap  mata rantai  kegiatan ekonomi di daerah  industri migas.

 Jangan sampai peningkatan PAD tersebut tidak berkontribusi apa-apa di daerah penghasil, sehingga daerah itu tetap saja miskin,” cetusnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu