KENA TANGKAP : Supinsyah, seorang Nelayan asal Desa Muara Pahu, Kubar saat diamankan di Mako Polsek Muara Muntai, Jumat (19/7/2019) sore. (ist)

1News.id, Kutai Kartanegara – Apes bagi Supiansyah (33) warga Jalan Prana, Desa Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hanya bisa pasrah. Pasalnya, ketika sedang istirahat di Pelabuhan Ces Dusun Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kubar), Jumat (19/7/2019) sore pukul 17.00 Wita, Supiansyah dibekuk Unit Reskrim Polsek Muara Muntai.

Ya, dari tangan Supiansyah, petugas berhasil mengamankan satu poket besar narkoba jenis sabu seberat 25,11 gram brutto yang disimpan dalam kotak spion sepeda motor. Rencananya, sabu yang baru saja dibelinya dari bandar asal Harapan Baru, Kota Samarinda tersebut akan dibawanya ke Kubar untuk di edarkan.

“ Katanya baru ambil di Harapan Baru, tapi dia (Supiansyah,Red) tidak bertemu langsung dengan bandarnya, hanya disuruh mengambil ditempat sampah,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Muntai Iptu Aha Badulu kepada harian ini, Jumat malam.

Saat diamankan, pria yang berprofesi sebagai Nelayan di Desa Muara Pahu ini mengaku sudah berdagang barang haram tersebut sekitar 1 tahun lamanya. Selama itu, Supiansyah mengaku baru mengambil dua kali ke Samarinda.

“ Ngakunya baru dua kali, tapi kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena dari pengakuannya, sabu ini merupakan pesanan milik seorang Haji di Kubar berinisial Ys,” tutur Badulu.

Untuk keuntungan yang diperoleh dari menjual sabu di akui Supiansyah lumayan besar. Apalagi harga per satu gram sabu di Kubar mencapai harga Rp 3 juta.

“ Nanti sama dia, barang ini di ecer dalam bentuk poketan kecil,” jelas Kapolsek.

Tentu saja, tambahnya, pengungkapan ini tak luput dari informasi yang disampaikan masyarakat, bahwa di Desa Kayu Batu kerap terjadi transaksi narkoba.

“ Alhamdulillah semua ini berkat bantuan masyarakat. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan dijerat dengan 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu