1News.id, Kutai Kartanegara – Hampir dalam sepekan banyak para pengedar narkoba berhasil diamankan aparat kepolisian. Namun hal tersebut tak membuat para pelaku lainnya jera. Buktinya, Sabtu (13/7/2019) pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kembang Janggut berhasil mengamankan seorang pengedar.

Dia bernama A Jeri Ari Sandi (24) warga Desa Hambau RT 006, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dari tangan Jeri, petugas mengamankan enam poket sabu seberat 0,50 gram lengkap dengan barang bukti lainnya.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Kembang Janggut AKP Purwoko mengatakan, Jeri diamankan di areal Perusahaan PT Tunas Prima Sejahtera (TPS), Desa Loa Sakoh. Saat itu Jeri sedang bekerja.

“ Pelaku ini sopir kendaraan karyawan di PT TPS tersebut. Sabu yang diedarkannya tersebut dia jual kepada karyawan-karyawan disana,” terang Purwoko kepada harian ini, Sabtu sore.

Terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi dari masyarakat. Dimana disebutkan kalau di areal PT TPS sering terjadi transaksi narkoba. Kemudian Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim beserta jajaran untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

“ Hasilnya, kami berhasil mengantongi identitas pelaku,” kata Purwoko.

Ketika berada di areal PT TPS, petugas berhasil menemukan keberadaan Jeri dan mengamannya. Sewaktu dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkoba itu di dalam sebuah kotak kecil warna hitam.

“ Jadi waktu diamankan, pelaku sedang membawa mobil angkutan karyawan. Saat dia mau jalan, anggota langsung mencegah dan mengamannya,” tutur Kapolsek.

Usai diamankan, Jeri lalu dibawa ke Mako Polsek Kembang Janggut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada penyidik, Jeri mengaku membeli atau memesan sabu itu kepada seorang Narapidana di Lapas Kelas IIA Tenggarong bernama Jali.

“ Pelaku pesan dari Narapidana di Lapas Tenggarong melalui handphone, kemudian orang suruhan Narapidana tersebut yang akan mengantarkan kepada pelaku,” ungkapnya.

“ Tapi antara pelaku dan suruhan itu tidak bertemu langsung. Orang suruhan Narapidana itu hanya akan memberitahukan dimana letak sabu tersebut diletakkan, kemudian barulah pelaku mengambilnya,” urai Purwoko.

Menjadi pengedar tersebut, diakui Jeri baru seminggu. Setiap poket ukuran sedang dijual dengan harga Rp 200 ribu, sementara ukuran agak besar Rp 300 ribu. Akibat perbuatannya, Jeri terpaksa mendekam dibalik jeruji besi dan di jerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (bay)

Berikan Tanggapanmu