KENA AMANKAN : Delapan remaja yang juga anak punk saat diberikan pembinaan oleh petugas Satpol PP Kukar karena kedapatan ngelem dan minum alkohol oplosan. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak delapan anak remaja diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara (Kukar) sedang menghisap lem alias ngelem di sebuah rumah di bilangan Jalan Bougenville, Gang Punai, RT 7, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (27/7/2019) sore sekitar pukul 14.51 Wita.

Tak hanya ngelem saja. Remaja yang terdiri dari anak punk dan pelajar tersebut, juga kedapatan sedang pesta minuman keras (miras) oplosan alkohol 100 persen bercampur supplement.

“ Ada 16 kaleng lem fox dan 4 botol alkohol 100 persen berbagai ukuran serta dua botol minuman supplement yang kami temukan berserakan di dalam rumah. Sementara para remaja itu kami temukan ada yang sedang tidur atau mabuk, dan ada juga yang lagi duduk diruang tamu,” terang Kepala Satpol PP Kukar, Fida Hurasani, melalui Kasi Ops Tri Joko Kuncoro kepada harian ini, Sabtu sore.

Rumah yang digunakan sebagai “Markas” ngelem dan minum tersebut, ialah milik salah seorang remaja berinisial DS. Ketika sedang pesta, orang tua DS sedang bekerja dan rumah tersebut dalam keadaan kosong.

“ Ya cuma ada mereka-mereka saja. Ketika orang tuanya DS tidak ada, mereka selalu ngelem dan minum. Bahkan informasinya, mereka juga pernah terlihat warga membawa perempuan ke dalam rumah,” beber Joko.Penindakan ini, kata Joko, berkat informasi masyarakat yang sangat resah akan aktifitas para remaja dan anak punk itu. Bahkan apa yang dilakukan sekelompok remaja tersebut bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah berulang kali.

“ Sudah sering kali ditegur warga, tapi tetap saja diulangi. Sehingga tadi (Sabtu,Red) ada warga yang melapor ke kami dan anggota langsung bergerak ke lokasi,” jelasnya.

Usai diamankan, delapan remaja itu langsung digiring ke Kantor Satpol PP Kukar untuk di data dan diberikan pembinaan.

“ Kita bina dulu dan kita hubungi orang tua pemilik rumah. Setelah itu barulah kami pulangkan, dengan syarat tidak mengulangi lagi. Apabila kedapatan melakukan lagi, maka kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tutur Joko.Sementara itu DS mengaku sudah sering kali ngelem dan mabuk bersama dirumahnya. Bahkan ia juga mengatakan pernah kepergok bapaknya.

“ Pernah ketahuan dan saya dimarahin bapak,” ucap siswa SMP kelas 3 di Tenggarong ini.

Lem tersebut dikatakan DS dibeli di Toko Bangunan di Jalan Maduningrat dengan uang saku atau jajan sekolah. Sedangkan alkohol dibeli oleh rekan anak punk-nya dari hasil ngamen di Tenggarong.

“ Saya beli Rp 8 ribu per kaleng dan dalam seminggu bisa tiga kali beli,” akunya. (bay)

Berikan Tanggapanmu