LAKA KERJA : Martinus tewas ditempat usai tertimpa pohon kruing di areal PT BRT Kecamatan Tabang, Kukar, Kamis (11/7/2019) pagi. (ist)

1News.id, Kutai Kartanegara – Malang bagi Martinus, warga pendatang asal Desa Meta Bersatu, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pria berusia 40 tahun ini tewas akibat tertimpa pohon kruing saat sedang bekerja di areal RKT PT Belayan River Timber (BRT) Desa Tabang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tabang Iptu Mansur menerangkan, insiden yang menewaskan Martinus terjadi, Kamis (11/7/2019) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Ketika itu Operator Chainsaw tersebut sedang bekerja menebang atau memotong pohon kapur bersama rekannya di lokasi kerja.

“ Waktu pohon kapur itu berhasil ditebang, malah mengenai pohon kruing yang berada disebelahnya. Kemudian saat hendak jatuh, dahan atas pohon kruing tersebut patah, sehingga terpental dan berbalik arah ke posisi korban sedang berdiri,” jelas Mansur kepada harian ini, Kamis malam.Melihat pohon kruing itu mengarah ke Martinus, rekannya bernama Kamis (40) sempat berteriak agar Martinus segera menghindar. Namun nasib berkata lain. Dengan cepatnya pohon tersebut menghantam tubuh Martinus yang sedang mengenakan pakaian bewarna ungu dan celana panjang hijau.

Karuan saja, Kamis yang melihat Martinus tertindih pohon kruing berukuran besar, langsung bergegas meminta pertolongan kepada Marsam Bayaq, seorang Operator Traktor PT BRT yang sedang bekerja tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya keduanya mencoba menyelamatkan Martinus. Namun malang, setelah pohon itu dipindahkan, nyawa Martinus tak berhasil diselamatkan.

“ Korban tewas akibat luka pada bagian kepala. Bahkan tangan dan kaki kanan korban mengalami patah tulang,” tutur Mansur.

Usai kejadian, Kamis dan Marsam melapor ke manajemen PT BRT atas kejadian tersebut. Kemudian insiden ini disampaikan ke Polsek Tabang.

“ Untuk mengevakuasi korban membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam. Karena untuk menuju ke lokasi kejadian harus melintasi sungai dengan menggunakan perahu ketinting, kemudian setibanya di areal perusahaan, dilanjutkan jalur darat menggunakan mobil,” urai Kapolsek. Saat ini, lanjut Mansur, jasad Martinus sudah dibawa oleh pihak PT BRT menuju RSUD AW Sjahranie Samarinda guna menjalani visum oleh Tim Inafis Polres Kukar bersama Unit Reskrim Polsek Tabang.

“ Mungkin tengah malam baru sampai rumah sakit di Samarinda,” tandasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu