1News.id, Kutai Kartanegara –Masyarakat di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyayangkan adanya biaya masuk saat ingin menyaksikan hiburan artis yang memeriahkan Festival Kota Raja (FKR) VIII di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang (RD). Apalagi sebelumnya, tidak ada pemberitahuan akan adanya biaya masuk menggunakan tiket tersebut.

“ Saya saja kaget kok ada biaya masuknya ya?. Satu orang atau per tiket dikenakan Rp 15 ribu,” ucap Adi, warga Tenggarong kepada harian ini, Jumat (12/7/2019) malam.

Bukan hanya itu, Adi juga melihat adanya keanehan yang dilakukan petugas tiket. Karena sewaktu dirinya terpaksa membayar uang masuk, tiketnya malah tidak diberikan bahkan tidak disobek.

“ Jadi saat itu saya langsung tanya, kenapa tiketnya tidak dikembalikan ke saya lagi? Terus petugasnya jawab “ nggak apa-apa mas”. Kemudian saya tanya lagi, kenapa tidak disobek saja, apa mau dijual lagi?. Setelah itu dengan wajah kesal, petugasnya langsung menyobek semua tiket yang masih dipegangnya tersebut, baru dibuang,” terangnya.

Tak hanya Adi saja, masyarakat lain di Tenggarong yang datang membawa serta anak-anaknya juga menyayangkan dengan biaya masuk ini. Padahal, mereka bukan ingin melihat artis ibukota yang didatangkan, melainkan untuk mengajak anak-anak bermain.

“ Saya niatnya cuma mau bawa anak main di istana balon dan nggak menonton artis, tapi malah disuruh beli tiket. Mau nggak mau saya beli, dari pada anak saya nangis,” ucap Fitri, warga Tenggarong.

Bahkan menurut keterangan masyarakat. Saat pelaksanaan FKR tahun 2018 lalu, juga dikenakan tarif untuk menyaksikan kegiatan tahunan milik Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kukar, Rudiansyah mengaku kaget. Menurutnya hiburan bagi masyarakat tidak harus bayar.

“ Segala hal yang ditujukan untuk hiburan rakyat dan berasal dari APBD harusnya gratis. Dan kalau pun bayar, harus profesional, jangan tiketnya nggak dirobek dan dipakai lagi,” tegasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu