HAMILI ANAK : Aris saat diamankan di Mako Polsek Muara Kaman akibat menghamili anak tirinya sendiri. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Belakangan ini di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, marak terjadi kasus asusila yang dilakukan oleh bapak tiri terhadap anak. Setelah sebelumnya terjadi di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan. Kali ini, kasus serupa kembali terulang di Kecamatan Muara Kaman, tepatnya di Desa Benua Puhun.

Perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan oleh Aris Jala Sutra (41). Akibat perbuatannya, Bunga (19) bukan nama sebenarnya, tengah berbadan dua alias hamil.

“ Kandungan korban sudah lima bulan,” ungkap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan kepada harian ini, Sabtu (27/7/2019) malam.

Terungkapnya kasus ini berawal saat warga sekitar curiga dengan perubahan tubuh Bunga yang membesar layaknya orang mengandung. Sampai akhirnya kabar tak sedap tersebut sampai ke telinga tantenya. Kemudian, pada Jumat (26/7/2019) malam, tantenya datang ke rumah Bunga untuk mengecek informasi itu.

“ Saat ditanya sama tantenya, korban mengakui telah hamil, tapi korban belum berani mengatakan siapa yang menghamilinya,” ucap Panjaitan.

“ Bahkan awalnya, tantenya menduga kalau pacar korban yang melakukannya dan Bunga diminta untuk meminta pertanggungjawaban. Namun setelah korban dibawa ke rumah tantenya, barulah korban menceritakan yang sebenarnya, yakni korban dihamili bapak tirinya,” tambah Kapolsek.

Setelah dipastikan Aris yang melakukannya, sabtu pagi kasus tersebut dilaporkan secara resmi ke Polsek Muara Kaman. Selanjutnya Unit Reskrim dipimpin Kanit Reskrim Iptu Sukardi bergerak cepat untuk mengamankan Aris. Pasalnya, sejumlah warga sekitar sudah geram akan ulah Aris tersebut.

“ Langsung kami amankan tadi (Sabtu,Red), karena banyak warga sudah menunggunya dirumah,” kata Panjaitan.

Usai diamankan, Aris langsung dimintai keterangan. Kepada petugas Aris mengakui sudah melakukan hal itu sejak Bunga masih duduk di bangku SMP atau sekitar tahun 2014. Saat itu Bunga baru berusia 14 tahun dan dinodai pertama kali di dalam kamar mandi dengan iming-iming dibelikan boneka.

“ Selain itu pelaku juga mengancam tidak akan memberi uang jajan sekolah dan tidak akan ditegur apabila tidak menurutinya. Selain itu pelaku mengancam akan marah apabila hal tersebut sampai diceritakan ke orang lain,” tuturnya.

Terakhir, perbuatan bejat itu dilakukan Aris pada 20 Juli 2019 lalu. Ketika itu Aris masuk ke dalam kamar Bunga dikala istrinya sedang tidur. Setelah melakukannya, Aris kembali ke kamar istrinya.

“ Bahkan pelaku juga pernah melakukannya disaat korban sedang tidur berdua adiknya di dalam kamar,” beber Panjaitan.

Akibat perbuatannya, pria yang bekerja sebagai sopir tronton di perusahaan kayu ini harus mendekam di sel Mako Polsek Muara Kaman. Untuk barang bukti, petugas mengamankan pakaian Aris dan Bunga.

“ Pelaku kami jerat dengan Pasal 76 d Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang Jo Pasal 294 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu