1News.id, Kutai Kartanegara – Seorang pengedar narkoba berhasil diamankan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Muara Kaman, Kamis (4/7/2019) kemarin sore sekitar pukul 16.30 Wita di Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dia bernama Iskandar alias Kandoi (44) warga pendatang asal Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan mengatakan, dari tangan Kandoi, pihaknya mengamankan sebanyak 10,58 gram narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam satu poket besar dan tiga poket kecil.

“ Barang bukti tersebut kami amankan bersama pelaku saat sedang nyantai dalam rumah rakit yang berada di Perairan Sungai Mahakam KM 36, Desa Muara Siran,” kata Panjaitan kepada harian ini, Jumat (5/7/2019) pagi.

Rumah rakit tempat Kandoi diamankan, merupakan tempat tinggalnya. Pasalnya, selain menjual narkoba, Kandoi juga menjadikan rumah rakit tersebut sebagai usaha tempat bertambat atau bersandarnya kapal-kapal tugboat maupun tongkang. Sementara istri dan anak-anaknya berada di Malang.

“ Sebenarnya dia (Kandoi,Red) orang sini juga (Muara Kaman,Red). Tapi karena istrinya orang Malang, akhirnya dia pindah KTP, namun tetap mencari nafkah disini,” terang Kapolsek.

Terungkapnya kasus narkoba ini, berkat informasi dari masyarakat. Kemudian, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Sukardi bersama personil untuk melakukan penyelidikan dilapangan. Hasilnya, petugas berhasil mengantongi indentitas Kandoi yang kerap menjual sabu kepada para anak buah kapal (ABK).

“ Dari situlah pelaku berhasil kami amankan. Ketika anggota datangin rumah rakitnya, pelaku tampak gelisah. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan berhasil ditemukan barang bukti sabu beserta bukti lainnya termasuk uang tunai sebanyak Rp 12,5 juta di dalam dompetnya,” urai Panjaitan.

Usai diamankan, Kandoi lalu dibawa ke Mako Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan. Dari pengakuannya, barang tersebut diperoleh dari bandar besar di Samarinda.

“ Saat ini pelaku sudah kami amankan. Dia kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu