1News.id, Kutai Kartanegara – Tiga pelaku spesialis pencurian dengan modus ganjal mesin ATM yakni Sandri Fals (28), Afif Khoir (25) dan Ari Wibowo (26) sudah berada di Kalimantan Timur (Kaltim) sejak beberapa minggu lalu. Hal tersebut disampaikan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa, Minggu (7/7/2019) pagi.

“ Aksi mereka ini sudah kami pantau sejak lama. Bahkan sebelum di Tenggarong, mereka sudah beraksi di Balikpapan,” jelas Damus kepada harian ini.

Komplotan ini tiba di Balikpapan pada 4 Juli 2019 lalu usai tiba dari Jakarta. Kemudian komplotan ini membeli dua unit sepeda motor jenis Suzuki Shogun KT 5125 YI warna biru dan matic warna merah KT 2250 ZW. Dua sepeda motor itu digunakan sebagai transportasi selama beraksi.

“ Nanti setelah selesai beraksi di Kaltim, dua sepeda motor itu akan dijual kembali oleh mereka,” tutur Kasat.

Selama beraksi, jaringan lintas provinsi ini selalu berbagi tugas. Sandri dan Afif yang bermain di dalam ATM, seperti memasang stiker call center palsu, mengganjal lubang mesin hingga mengambil kartu ATM, sementara Ari memantau situasi di sekitar.

“ Setiap beraksi atau masuk ke dalam ATM, mereka tidak pernah melepaskan helm standar yang dikenakan. Dan apabila aksinya dicurigai, mereka akan mencabut stiker di mesin ATM dan berpindah tempat,” beber Damus.

Untuk ATM yang disasar komplotan ini, terang Damus, tidak hanya terpusat pada satu bank saja, tetapi bebas.

“ Mereka random milih ATM-nya, atau sembarang saja. Tidak hanya satu bank saja, tapi semua bank yang ada mesin ATM-nya,” ucapnya.

Kemudian, tambahnya, selama beraksi di Tenggarong, komplotan ini menginap di Hotel Fatma lama di Jalan KH Akhmad Muksin. Namun aksinya mereka berhasil tercium Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar yang dipimpin Kanit Opsnal Iptu Aksaruddin usai menerima laporan masyarakat.

Ketiganya berhasil diamankan, Sabtu (6/7/2019) kemarin. Sandri dan Afif diamankan di ATM BNI Jalan Danau Semayang pukul 08.30 Wita, tepatnya di Minimarket Dafina, sementara Ari di Loa Jananpukul 21.00 Wita.

“ Jadi waktu dua temannya kita amankan, pelaku satunya (Ari,Red) sedang tidak ada. Kemudian kami minta dua temannya menghubungi dia. Tapi saat dipancing lewat telepon, pelaku satunya mendapat kode khusus dari temannya dan langsung kabur ke Balikpapan,” urai Damus. (bay)

Berikan Tanggapanmu