TERTANGKAP DULUAN : Obi saat dibawa ke Mako Polres Kukar oleh Kanit Reskrim Polsek Muara Muntai Bripka Putu Rinda, Jumat (12/7/2019) kemarin. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, Kutai Kartanegara – Bukannya memberikan contoh yang baik kepada warganya, malah melakukan hal yang tak pantas untuk dilakukan. Seperti yang terjadi di Desa Tanjung Batuq Harapan, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) dilaporkan telah melakukan pencurian di Kantor Desa Tanjung Batuq.

Saat melakukan pencurian, Ketua RT 4 bernama Rusdi tersebut beraksi bersama dua rekannya yakni Obi dan Agus. Ketika itu mereka berhasil membawa kabur satu unit televisi, panel surya serta uang tunai Rp 300 ribu.

“ Kejadian pencurian ini terjadi pada 1 Mei 2019 atau tiga bulan lalu. Sementara ini, kami mengamankan satu pelaku yakni Obi, pada Kamis (11/7/2019) kemarin. Sementara Rusdi dan Agus masih buron,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Muntai Iptu Aha Badulu kepada harian ini, Jumat (12/7/2019) kemarin.

Untuk mengungkap kasus pencurian ini memang terbilang lama. Pasalnya, setiap Unit Reskrim Polsek Muara Muntai ingin melakukan penangkapan di rumah rakit tempat tinggalnya, para pelaku ini selalu melarikan diri menggunakan perahu atau ketinting, kemudian bersembunyi di Kecamatan Kenohan.

“ Tempat persembunyiannya itu yang masih kita cari tahu. Menurut keterangan Obi, persembunyian itu selalu berpindah-pindah. Bahkan informasinya lagi, Ketua RT 4 bernama Rusdi juga sudah kabur ke Banjarmasin atau di Samarinda,” tutur Badulu.

Saat ini, lanjut Badulu, Obi sudah diamankan di sel Mako Polres Kukar di Tenggarong. Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan satu unit televisi dan panel surya sepanjang 2 meter.

“ Satu pelaku sudah kami amankan, tinggal dua lagi yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” katanya.

Terpisah, Obi mengaku hanya ikut-ikutan mencuri di Kantor Desa Tanjung Batuq Harapan. Sementara otak dibalik pencurian ini adalah Agus, pemilik rumah rakit tempatnya bersembunyi.

“ Waktu itu kebetulan sedang ada acara kawinan dekat rumah, sehingga warga banyak berada disana. Kemudian kami bertiga ke kantor desa dan melakukan pencurian,” aku pemuda berusia 22 tahun ini.

Ketika berada di kantor desa, mereka langsung masuk dengan cara mencongkel pintu. Setelah berhasil, ketiganya langsung menggondol televisi, panel surya serta uang Rp 300 ribu.

“ Setelah kami curi, tidak langsung kami bawa pulang, tapi kami letakkan dulu di tempat sampah di sekolah SMP tak jauh dari kantor desa. Sekitar pukul 2 malam, barulah saya pindahkan barang-barang itu ke semak-semak,” urai Obi.

Mengenai uang Rp 300 ribu itu, Obi menerangkan kalau dibawa oleh Rusdi. Bahkan dia mengaku tidak tahu berapa jumlah uang tersebut.

“ Saya tahunya kalau uangnya Rp 300 ribu ya baru sekarang. Karena waktu pencurian itu saya tidak tahu sama sekali uangnya, karena saya tidak dikasih,” bebernya.

Rencananya, barang hasil curian itu akan dijual dan hasilnya akan dibagi-bagi. Tapi hingga tiga bulan, barang tersebut tak kunjung dijual.

“ Yaitu, nggak tahu juga Agus itu. Soalnya dia yang tahu dimana tempat jual barangnya,” ujarnya.

Sementara Rusdi, diakui Obi memang Ketua RT 4 ditempat tinggalnya. Bahkan Rusdi juga merupakan teman mabuk setiap malam. Tak hanya mencuri, Obi juga mengatakan kalau Rusdi juga pernah menjual laptop yang dibagikan Kepala Desa dari Pemkab Kukar.

“ Iya dia (Rusdi,Red) RT saya. Tapi sudah tiga minggu lalu dia dipecat karena ketahuan mencuri, dan sekarang digantikan dengan om saya. Dia juga sempat menceritakan kalau pernah menjual laptop pembagian, tapi saya tidak tahu berapa dia jual,” jelasnya.

Tak ada rasa penyesalan terlihat di wajah Obi. Dia mengaku ini sudah jalannya dan harus dipertanggungjawabkan.

“ Ya selow saja mas, mau gimana lagi, namanya juga saya bersalah,” tutupnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu