Photo : Iptu Iswanto (int)

1News.id, SAMARINDA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Penajam Paser Utara (PPU) sangat serius menangani kasus penikaman yang terjadi saat proses lelang proyek di Kantor Bupati PPU, Kalimantan Timur (Kaltim) pada awal bulan Juli 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi perkembangan pemeriksaan, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, melalui Kasat Reskrim Iptu Iswanto mengatakan, berkas kasus ini terus berlanjut.

“ Saat ini kami masih tahap memeriksa para saksi dan melengkapi administrasi penyidikan,” terang Iswanto kepada harian ini, Senin kemarin.

Bahkan, tambahnya, pihaknya juga mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pihak pelapor yakni Haidar Rahman.

“ Kedua pelaku sudah ditahan pasca kejadian. Untuk pelaku bernama Usman alias Kolonel kami jerat dengan Pasal 351 ayat 2 dan Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, dan terlapor Andy Habil dikenakan Pasal 351 ayat 2, dengan ancaman 10 tahun dan 5 tahun penjara,” urai Iswanto.

Sekedar diketahui,  insiden tersebut terjadi di depan ruangan Layanan Pengadaan Secara ELektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Bagian Pembangunan, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Penajam Paser Utara (PPU), Senin (1/7/2019) lalu. 

Ketika itu, terdapat puluhan orang sedang menunggu pembuktian dokumen lelang proyek pembangunan Puskesmas Petung senilai Rp 4,9 miliar. Entah siapa yang memulai, sampai akhirnya terjadi keributan hingga menyebabkan seorang pria bernama Udin terkena tikaman dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ratu Aji Putri Botung. (bay/int)

Berikan Tanggapanmu