LAKA KERJA : Jenazah Najib saat berada di RS Abdul Rifai akibat menjadi korban longsor di areal pertambangan milik PT Berau Coal. (ist)

1News.id, BERAU – Kecelakaan kerja di areal pertambangan batu bara kembali terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Setelah sebelumnya dua pekerja tewas tertimbun longsor di Kawasan Makroman, Kota Samarinda, pada awal Juli 2019. Lagi-lagi, kejadian serupa terulang di Kabupaten Berau.

Kali ini kejadian tersebut terjadi di areal tambang batu bara milik PT Berau Coal, tepatnya di PIT Low Wall Buma 3 atau lokasi kerja PT Buma Site Lati yang berada di Desa Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur. Dalam insiden yang terjadi Minggu (28/7/2019) sore kemarin, seorang pekerja bernama Ahmad Najib Khoeroni (28), tewas tertimbun longsor.

Informasi yang dihimpun. Kejadian ini berawal saat Najib yang menjabat sebagai Foreman Produksi di PT Buma Site Lati sedang bertugas mengawasi pekerjaan di areal pertambangan. Namun sekitar pukul 15.45 Wita, tanah yang berada tepat di atas dinding galian dimana Najib sedang berdiri mendadak bergerak alias longsor.

Sadar akan terjadi longsor, Najib sempat berusaha menyelamatkan diri. Tapi sayang, usaha tersebut gagal. Ketika mencoba melompat, Najib terjatuh dari tebing dan terbawa longsoran itu. Hingga akhirnya, Najib tertimbun dibawah tumpukan tanah bercampur lumpur. Bahkan kejadian itu disaksikan langsung oleh Marga Susatiya, Operator Alat Berat.

Selanjutnya, Tim Emergency Response yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian sekitar pukul 16.04 Wita. Hampir satu jam berada dibawah longsoran, pukul 17.03 Wita, Najib berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Abdul Rifai. Tapi sayang, ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Najib sudah meninggal.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Agus Arif Wijayanto saat dikonfirmasi, Senin (29/7/2019) pagi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan masih menyelidiki penyebab terjadinya longsor di areal pertambangan milik PT Berau Coal ini.

“ Saat ini kita masih meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Agus kepada harian ini.

Sementara pihak perusahaan saat dihubungi, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Karena saat ini, pihak perusahaan masih mengurus pengiriman jenazah Najib ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah menggunakan pesawat terbang sekitar pukul 7 pagi. (bay)

Berikan Tanggapanmu