DITERJANG OMBAK : Jasad Imran, ABK Kapal KM Prima Mulya 69 saat dievakuasi Petugas Polair Polres Kukar, Polsek Anggana dan Polairud Polda Kaltim. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA –Malang nasib Imran. Warga pendatang asal Sulawesi Selatan (Sulsel) harus kehilangan nyawanya saat Kapal KM Prima Mulya 69 karam di Perairan Tanjung Berukang, Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Insiden ini terjadi, Senin (22/7/2019) lalu sekitar pukul 09.00 Wita. Sementara jasad Imran baru berhasil ditemukan dua hari kemudian atau Rabu (24/7/2019) pagi sekitar pukul 09.30 Wita oleh sekuriti PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang sedang berpatroli.

“ Jadi korban sempat hilang tenggelam selama dua hari sejak kejadian (Senin,Red), dan baru ditemukan Rabu pagi,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Polair Iptu Novandi Arya Kharisma kepada harian ini, Kamis (25/7/2019) kemarin.

Kecelakaan ini jelas Novandi, berawal saat KM Prima Mulya 69 tempat Imran bekerja berangkat dari Teluk Cinta Perairan Muara Jawa bersama tiga anak buah kapal (ABK) lainnya yakni Yayan, Faisal dan Remon. Ketika itu kapal tersebut berlayar menuju Rig Bekapai untuk membeli BBM solar kepada kapal-kapal yang beraktifitas di Perairan Muara Jawa dan Anggana.

Setibanya di Tanjung Berukang, Desa Sepatin, cuaca buruk terjadi. Gelombang tinggi langsung menghantam Kapal KM Prima Mulya 69 tersebut. Sehingga Dony, nakhoda, berusaha menyelamatkan kapal untuk dibawa ke pinggir atau daratan.Namun naas, ketika hendak ke pinggir perairan, kapal tersebut malah tersapu ombak dan menabrak gusung atau pasir di air dangkal. Akibatnya, kapal itu kandas dan mengalami kerusakan dibagian lambung hingga membuat air laut masuk ke dalam kapal.

“ Saat itu nakhoda kapal sempat meminta bantuan lewat radio. Kemudian sebuah Kapal SPOB Lamhot 07 datang untuk mengevakuasi orang-orang yang ada di kapal karam itu. Namun saat itu, Kapal SPOB itu juga kandas dan tidak dapat mendekat,” ucap Novandi.

Akhirnya, Nakhoda beserta empat ABK, termasuk Imran mencoba berenang ke Kapal SPOB. Tapi saat itu Imran hilang tenggelam, diduga terbawa arus deras. Sementara rekan-rekannya berhasil selamat. Hingga akhirnya jasad Imran ditemukan di dekat Pulau Nubi, satu jam dari Desa Sei Meriam.

“ Setelah dievakuasi, jasad korban langsung kita serahkan ke pihak keluarga dan langsung dipulangkan ke Sulawesi Selatan,” kata Kasat.

Dengan kejadian ini, Novandi menghimbau kepada masyarakat dan juga nelayan yang sedang mencari ikan di laut agar berhati-hati karena ombak sedang tinggi.

“ Utamakan keselamatan dan selalu gunakan jaket pelampung,” tuturnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu