1News.id, Kutai Kartanegara – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tenggarong Seberang berhasil mengamankan dua pemain narkoba, Sabtu (6/7/2019) kemarin. Mereka berinisial AR (43) warga Jalan Adam Malik, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kota Samarinda dan MN (28) warga Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf menerangkan, AR dan MN ditangkap di L3, Desa Bangun Rejo.

“ Yang pertama kami amankan AR sekitar pukul 20.30 Wita, kemudian MN pukul 21.00 Wita,” kata Rauf kepada harian ini, Minggu (7/7/2019) pagi.

Terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi yang diperoleh Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang, kalau di Desa Bangun Rejo kerap terjadi transaksi narkoba. Menanggapi informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Slamet Rijadi bersama personil untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

“ Sewaktu berada dekat kos-kosan di Desa Bangun Rejo, anggota melihat seorang pria dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Ketika mau diamankan, pria tersebut tampak membuang sebuah barang ke tanah,” ujar Rauf.

Usai diamankan, petugas langsung melakukan penggeledahan ditubuh pria berinisial AR tersebut. Hasilnya, ditemukan pipet kaca dan handphone serta 5 poket kecil sabu seberat 1,38 gram yang sempat dibuang. 

Kemudian dari pengakuan AR, sabu itu baru dibelinya dari MN, ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di kosan yang ada di Desa Bangun Rejo. Selanjutnya, petugas langsung mengamankan MN 30 menit kemudian.

“ Dari tangan MN, anggota kembali mengamankan 9 poket sabu seberat 3,98 gram beserta alat bukti lainnya seperti timbangan digital, korek api, alat hisap serta uang tunai Rp 970 ribu,” urai Kapolsek.

Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Tenggarong Seberang guna pemeriksaan lebih lanjut. Kepada petugas, MN mengaku membeli sabu itu dari seorang Narapidana (Napi) di Lapas Samarinda dengan cara mentransferkan uang. Setelah bertransaksi, Napi tersebut akan memberitahukan letak sabu yang dipesan.

“ Sebenarnya ibu ini (MN,Red) bandar juga di Tenggarong Seberang. Tapi untuk barang yang dijualnya lagi kepada pengedar, dia beli dari bandar di dalam Lapas Samarinda,” tutur Rauf.

Akibat ulahnya sendiri, ibu dua anak tersebut terpaksa menyusul suaminya yang lebih dulu masuk penjara karena kasus narkoba juga.

“ Kedua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka kami jerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu