BUNUH KAKEK : Ikhsan saat diminta polisi untuk memperlihatkan lokasi pembunuhan dan tempat membuang jasad Julak Gigi di sungai Jembatan Dondang, Jumat (14/62019) siang. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, Kutai Kartanegara – Masyarakat Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Jumat (14/6/2019) pagi digegerkan adanya aksi pembunuhan yang dilakukan Ikhsan Fatkhulloh (31) warga Jalan A Yani RT 13, Kelurahan Muara Jawa Ulu. Pria yang sehari-harinya berdagang warung nasi goreng ini ditangkap karena membunuh seorang kakek berusia 60 tahun bernama Ardiansyah alias Julak Gigi, warga Jalan Handil II – Balikpapan, Gang Langgar RT 11, Kelurahan Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kukar.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa, melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Pormelli Hasugian menerangkan, pembunuhan yang dilakukan Ikhsan terjadi, Minggu (9/6/2019) malam sekitar pukul 22.00 Wita dirumah kontrakan Ikhsan di Jalan A Yani. Ketika itu, Ikhsan membunuh Julak dengan cara mengepit lehernya menggunakan lengan dari belakang hingga pingsan, kemudian mencekiknya menggunakan tali jemuran hingga tewas.

“ Jadi habis pelaku mengepit leher korban sampai pingsan, pelaku membawa korban ke dalam rumah. Selanjutnya pelaku mengambil tali nilon jemuran dan mencekiknya sampai korban kehabisan nafas,” terang Hasugian kepada wartawan, Jumat siang.Usai menghabisi nyawa Julak, Ikhsan meletakkan tubuh Julak di dalam rumah. Selanjutnya Ikhsan keluar rumah untuk mencari karung dan batu. Setelah itu, beber Hasugian, jasad Julak dimasukkan ke dalam karung tersebut.

“ Nah sekitar pukul 3 dini hari, jasad korban dibawa pelaku ke Jembatan Dondang. Disana jasad korban yang berada di dalam karung dan diberikan batu sebagai pemberat dibuang ke sungai tepat dibawah jembatan oleh pelaku,” urai Kapolsek.

Setelah membuang jasad Julak, Ikhsan kembali ke rumah untuk menyiapkan pakaian. Pasalnya, Ikhsan berencana kabur atau pulang kampung ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) menyusul istri dan ketiga anaknya. Namun apa yang dilakukan Ikhsan tersebut akhirnya ketahuan.

Berawal adanya postingan di media sosial (medsos) terkait laporan orang hilang bernama Julak Gigi hingga sampai ke telinga aparat kepolisian. Setelah diselidiki, ada saksi yang mengatakan sebelum dilaporkan hilang, Julak sempat ditemui oleh Ikhsan dirumahnya di Samboja.

“ Dari situlah kami langsung mencari keberadaan pelaku. Ternyata dia sudah ada di Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk pulang ke Surabaya. Kemudian Unit Reskrim Polsek Muara Jawa langsung berkoordinasi dengan Jatanras Polda Kaltim dan Tim Alligator Polres Kukar untuk mengamankan pelaku,” ucap Hasugian.

Akhirnya, Ikhsan berhasil diamankan Kamis (13/6/2019) malam. Kemudian oleh Tim gabungan, Ikhsan langsung ditanya dimana keberadaan Julak Gigi.

“ Waktu ditanya, dia langsung bilang kalau sudah membunuhnya (Julak,Red), kemudian jasadnya dibuang ke sungai dibawah Jembatan Dondang,” terangnya, lagi.Guna mengetahui motif pembunuhan terhadap Julak, Jumat siang Ikhsan dibawa ke Muara Jawa. Ikhsan diminta menunjukkan lokasi jasad Julak dibuang sampai tempat mengambil batu dan karung serta tali sekaligus tempat mengeksekusi Julak.

“ Saya khilaf, saya menyesal. Saya tidak sadar telah menghabisi nyawanya,” aku Ikhsan kepada wartawan di Mapolsek Muara Jawa.

Dia mengaku tidak ada permasalahan antara dirinya dengan Julak. Apalagi dia sudah mengenal Julak cukup lama.

“ Tidak ada masalah sama dia, tanpa sadar saya langsung memeteng lehernya dan mencekiknya dengan tali. Hanya sekilas saja, itu karena saya ingin mengambil sepeda motor yang saya gadaikan dengan dia,” jelasnya.

Mengenai sepeda motor itu, lanjutnya, digadaikan dengan Julak senilai Rp 2 juta sekitar 1 minggu sebelum kejadian. Awalnya Ikhsan berencana menebus sepeda motornya, tapi dalam perjalanan menuju rumah Julak, dompet beserta uang miliknya hilang.

“ Saya ke rumahnya naik ojek. Disana saya sempat ngobrol dengan dia dan karena uang saya hilang akhirnya saya bilang 3 hari lagi baru tebus motor saya. Waktu saya mau pulang, saya coba hubungi ojek yang tadi. Tapi empat kali saya telpon tidak diangkat,” kata pedagang nasi goreng sejak 2002 ini.

“ Ternyata, dia (Julak,Red) menawarkan diri mengantarkan saya pulang, karena dia sekalian mau ke rumah keluarganya. Ketika sampai dirumah saya itulah, saya membunuhnya untuk mengambil sepeda motor saya,” ujarnya.

Setelah nyawa Julak habis ditangannya. Ikhsan kemudian menyembunyikan jasad Julak di dalam rumah selama 5 jam. Kemudian Senin (10/6/2019) dini hari pukul 03.00 Wita, Ikhsan membuang jasad Julak ke sungai yang sudah dibungkusnya dalam karung.

“Saya bawa pakai sepeda motor. Saya letakkan dibelakang. Ketika sepi langsung saya buang ke sungai,” katanya santai. (bay)

Berikan Tanggapanmu