ANTARKAN JENAZAH : TNI-Polri bersama masyarakat saat mengantarkan jenazah Herlina, seorang IRT yang meninggal akibat pendarahan saat kebanjiran di Samarinda, Minggu (9/6/2019) tadi. (ist)

1News.id, SAMARINDA – Musibah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Minggu (9/6/2019) pagi tadi ternyata menelan korban jiwa. Seorang ibu rumah tangga (IRT) diketahui meninggal dunia usai dievakuasi ke rumah sakit akibat mengalami pendarahan.

IRT tersebut bernama Herlina warga Jalan Wahid Hasyim 2, Kecamatan Samarinda Utara. Herlina dievakuasi oleh tim sar gabungan karena rumahnya terjebak banjir hingga masuk ke dalam rumah.

Menurut informasi, Herlina beberapa waktu yang lalu baru saja melahirkan dengan cara operasi caesar. Ketika banjir melanda rumahnya, Herlina terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang berharga dan anaknya tersebut.Karuan saja, Herlina yang seharusnya tidak boleh banyak bergerak usai operasi langsung mengalami pendarahan. Karena saat itu banjir, pihak keluarga langsung meminta pertolongan oleh tim sar gabungan untuk membantu mengevakuasi Herlina ke rumah sakit.

“ Lokasi rumahnya agak ke dalam, sekitar 300 meter dari pinggir jalan. Kemudian untuk ke rumah sakitar sekitar 3 kilometer,” terang Kasubag Humas Polresta Samarinda Iptu Danovan kepada harian ini.

Setibanya dilokasi, Herlina kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet. Namun sayang, setibanya di rumah sakit, nyawa Herlina tak terselamatkan.

“ Korban meninggal di rumah sakit,” ucap Danovan.Mengetahui Herlina sudah meninggal, pihak keluarga langsung membawanya untuk disemayamkan. Sebagai bentuk penghormatan, TNI-Polri mengantarkan jenazah Herlina hingga ke pemakaman.

“ Ini bentuk penghormatan kami (TNI-Polri) kepada almarhumah. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ungkap Danovan. (Vie)

Berikan Tanggapanmu