HABISI KAKEK : Ikhsan, seorang pedagang nasi goreng di Muara Jawa yang tega membunuh Julak Gigi, kakek berusia 60 tahun. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, Kutai Kartanegara – Ikhsan Fatkhulloh (31) pelaku pembunuhan Julak Gigi, kakek berusia 60 tahun asal Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengaku ketakutan usai menghabisi nyawa pria paruh baya yang dikenalnya cukup lama tersebut.

 “ Saya ketakutan mas habis menghabisinya, tapi namanya sudah terlanjur,” ucapnya dengan santai.

Kepada awak media, Ikhsan mengatakan terpaksa melakukan itu semua karena uangnya habis digunakan untuk bermain judi. Ditambah lagi, dirinya berencana pulang menyusul istri dan ketiga anaknya di Jawa Timur (Jatim).

“ Awalnya nggak ada niat (membunuh,Red), langsung gitu aja. Perasaan saya cuma pengen ambil sepeda motor itu aja, karena uang saya habis dipakai main judi,” aku Ikhsan, pedagang nasi goreng di Jalan A Yani, Kelurahan Muara Jawa Ulu sejak tahun 2002 ini.

Setelah nyawa Julak tidak ada, Ikhsan langsung mencari karung dan batu. Dengan mudahnya Ikhsan memasukkan tubuh Julak ke dalam karung dan kemudian membuangnya ke sungai dibawah Jembatan Dondang.

“ Karungnya besar mas, bisa untuk dua orang,” jelasnya.

Tak ada rasa bersalah sama sekali di wajah Ikhsan. Dia tampak tenang saat di wawancarai wartawan di ruang Kapolsek Muara Jawa. Ketika ditanya kata terakhir Julak Gigi kepadanya saat terjadi pembunuhan tersebut, Ikhsan menjawab dengan dingin.

“ Dia (Julak,Red) sempat bilang jangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Pormelli Hasugian mengatakan, Ikhsan si pembunuh Julak dijerat dengan pasal berlapis yakni 338 jo 351 dengan ancaman maksimal 15 tahun hingga hukuman mati.

“ Tapi kalau terbukti melakukan perencanaan pembunuhan, maka pelaku juga akan ditambah pasal 440,” jelas Hasugian.

Mengenai sepeda motor Ikhsan yang direbut dari tangan Julak tersebut, langsung dijual oleh Ikhsan kepada salah seorang warga di Muara Jawa. Bahkan kepada warga tersebut, Ikhsan juga mengatakan orang yang menerima gadaian sepeda motor ini sudah meninggal.

“ Berkat warga itulah kasus ini bisa terungkap. Setelah membeli sepeda motor itu, pelaku meminta warga itu untuk mengantarkannya ke Balikpapan, tepatnya ke Pelabuhan Semayang,” katanya.

“ Dalam perjalanan, pelaku menceritakan kalau orang pertama yang menerima gadaian sepeda motor ini sudah tewas. Nah warga itu kaget dan langsung menyampaikan ke bosnya hingga informasinya sampai ke pihak kepolisian,” urai Kapolsek. (bay)

Berikan Tanggapanmu