JADI ARANG : Sebuah rumah tempat usaha rias pengantin atau penyewaan alat pernikahan di Handil 6, Kecamatan Muara Jawa, Jumat (28/6/2019) kemarin ludes terbakar. (ist)

1News.id, Kutai Kartanegara – Suasana di Jalan M Hatta, Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (28/6/2019) sore kemarin mendadak heboh. Pasalnya, sebuah rumah hias pengantin yang berada di Handil 6 hangus terbakar. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut pertama kali diketahui seorang warga setempat bernama H Nanang (59). Ketika itu Nanang sedang memasang bendera dipinggir jalan dan melihat kepulan asap dari depan rumah milik H Abdul Sani tersebut.

Mengetahui ada kebakaran, Nanang kemudian mengajak warga lainnya untuk bergegas mendatangi asal asap tersebut. Ternyata saat itu, api sudah membesar dan berada di ruangan atau gudang tempat menyimpan alat-alat pelaminan. Selanjutnya Nanang dan warga lainnya berteriak minta tolong.

Selang beberapa lama kemudian, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Muara Jawa tiba dilokasi. Namun sayang, ketika itu api sudah merambat hingga ke ruang tamu. Selanjutnya Kapolsek Muara Jawa AKP Pormelli Hasugian yang juga turun ke lokasi, langsung mengarahkan personilnya untuk membantu pemadaman. Dengan menggunakan 1 unit mobil damkar dan 4 mobil tangki milik masyarakat, api berhasil dijinakkan satu jam kemudian.

Usai pendinginan dan dipastikan api sudah padam, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi untuk mencari penyebab terbakarnya rumah rias pengantin itu.

“ Penyebab kebakaran ini karena terjadinya konsleting listrik,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Pormelli Hasugian kepada harian ini.

Untuk itu, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat di Muara Jawa dan sekitarnya agar lebih memperhatikan instalasi listrik dirumah. Kemudian saat meninggalkan rumah, pastikan sudah dalam keadaan aman.

“ Kalau memasak jangan ditinggalkan dan saat jalan lebih baik alat-alat elektronik dalam keadaan mati atau tidak tersambung aliran listrik. Ini semua demi keamanan kita semua,” tegas Hasugian. (bay)

Berikan Tanggapanmu