MASALAH LAMA : Ad saat diamankan di Mapolsek Samboja usai melakukan penikaman di Pantai Pelangi Samboja, Minggu (16/6) kemarin. Sementara Ompi ketika menjalani perawatan medis di Klinik Handil usai kejadian. (ist)

1News.id, Kutai Kartanegara – Suasana di Kecamatan Samboja, tepatnya Pantai Pelangi di Kelurahan Pemedas RT 02, Minggu (16/6/2019) kemarin mendadak heboh. Seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Ompi, warga Handil II, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditikam dileher hingga mengeluarkan banyak darah.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama R Yusuf melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Sucipto menerangkan, penikaman itu dilakukan oleh Ad (18) warga RT 07, Kelurahan Kuala Samboja. Saat ini Ad yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMA tersebut sudah diamankan di Mapolsek Samboja.

“ Pelaku sudah kami amankan setelah pihak keluarganya menyerahkan ke kantor tak lama setelah kejadian,” kata Hadi kepada harian ini, Senin (17/6/2019) pagi.

Kanit menuturkan, penikaman ini terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika itu Ompi sedang nongkrong bersama temannya di Pantai Pelangi. Tak lama kemudian Ad datang dengan mengendarai sepeda motor dan mendatangi Ompi.

“ Nah saat itu pelaku langsung mengatakan kepada korban ‘Kenapa ribut saudara?’, kemudian perkataan itu ditanggapi oleh korban dan dijawab dengan perkataan ‘Siapa yang mau melawan saya?’,” terangnya sesuai hasil pemeriksaan.

Merasa tertantang, Ad langsung memegang sebilah senjata tajam (sajam) jenis badik di tangan kirinya yang diselipkannya dipinggang. Dengan posisi membelakangi Ompi, Ad langsung menghujamkan badik tersebut ke leher sebelah kiri Ompi sebanyak satu kali. Setelah itu Ad langsung melarikan diri bersama temannya menggunakan sepeda motor.

“ Sampai dirumah, pelaku langsung membuang badik itu ke sungai dibelakang rumahnya, dan hingga kini masih dalam pencarian,” ujarnya.

Sementara Ompi usai ditikam, sempat berusaha pulang sendiri dengan mengendarai sepeda motornya dari dalam Pantai Pelangi. Namun, ketika sampai di pinggir jalan, Ompi yang kehilangan banyak darah merasa lemas dan langsung diantar oleh temannya ke Klinik di Handil.

“ Iya, temannya yang antar. Satu membawa sepeda motor, satunya memegangi dibelakang, sedangkan korban ditengah-tengah,” urai Hadi.

Melihat kondisi Ompi yang kritis, pihak Klinik meminta agar segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian oleh pihak keluarga, Ompi dilarikan ke RSUD AW Sjahranie Samarinda guna menjalani operasi.

“ Tadi informasi dari keluarganya, korban sudah melalui masa kritisnya dan bisa diajak bicara,” terang Kanit.

Ditanya motif penikaman ini, Hadi membeberkan kalau antara Ad dan Ompi pernah ada masalah lama beberapa bulan lalu, namun sudah selesai secara kekeluargaan. Diduga kuat, karena masih ada dendam, akhirnya terjadilah insiden berdarah ini. Ditambah lagi, saat itu Ompi dalam pengaruh mabuk usai meminum air tuak dan sangat mudah terpancing emosi.

“ Tapi semuanya sudah damai. Kedua belah pihak keluarga sudah kami temui dan mereka sepakat tidak akan mempemasalahkan kasus ini. Hanya saja, pihak korban meminta agar pihak pelaku membayarkan semua biaya di rumah sakit, dan itu sudah disetujui,” tegas Kanit.

Untuk Ad sendiri, lanjutnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ad dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu