DUDA MESUM : Robinson Rantelinggi saat diamankan di Mapolsekta Samarinda Kota karena menyodomi dua bocah berusia 8 tahun. (ist)

1News.id, SAMARINDA – Entah apa dalam pikiran Robinson Rantelinggi (33). Duda beranak satu ini tega menyodomi dua orang bocah berusia 8 tahun berinisial Rw dan Jn. Akibat perbuatannya, pria yang tinggal disebuah kosan disekitaran Kelurahan Selili, Kota Samarinda tersebut harus mendekam di penjara Polsekta Samarinda Kota.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kapolsekta Samarinda Kota Kompol Nur Kholis mengatakan, Robinson ditangkap Minggu (16/6/2019) kemarin dikosannya. Saat ini Robinson sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“ Pelaku sudah kami tahan di Mapolsek. Dia dijerat dengan pasal perlindungan anak dibawah umur dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun,” terang Kholis kepada awak media, Senin (17/6/2019) siang.

Aksi bejat yang dilakukan Robinson terjadi pada bulan Mei dan Juni 2019. Sementara dua bocah yakni Rw dan Jn merupakan anak tetangganya di Selili.

“ Keluarga korban juga merupakan tetangganya di Toraja dan disini (Samarinda,Red) mereka bertetangga lagi. Selama bertetangga, kedua korban ini sering keluar masuk kos-kosan tempat pelaku tinggal,” beber Kapolsekta.

Sejak Mei hingga sekarang, Robinson sudah menyodomi dua bocah tersebut sebanyak enam kali. Setiap melakukannya, Robinson memberikan uang Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Selain itu Robinson mengancam kepada kedua bocah tersebut agar tidak menceritakannya kepada orang lain.

Tapi namanya bau busuk pasti bakal tercium. Pada Minggu kemarin ulah Robinson diketahui orang tua Rw dan Jn. Keduanya menceritakan kepada orang tuanya habis di sodomi oleh Robinson dan itu bukan pertama kalinya.

“ Orang tua korban tak terima dan langsung melapor ke kami. Kemudian anggota saya kerahkan untuk menangkap pelaku,” urai Kholis.

Rencananya, pihak Polsekta Samarinda Kota akan memeriksa kejiwaan pria yang bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan ini. Karena menurut informasi, masih ada korban lainnya selain dua bocah ini dan rata-rata masih duduk dibangku kelas 2 dan 3 Sekolah Dasar (SD).

“ Untuk kondisi kedua korban sampai saat ini masih trauma,” ungkapnya. (Vie)

Berikan Tanggapanmu