SPESIALIS CONGKEL : Jumri saat diamankan Tim Alligator Polres Kukar, Sabtu (25/5/2019) lalu. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Maraknya aksi pencurian yang terjadi di Tenggarong,  membuat aparat kepolisian geram. Buktinya, Tim Alligator Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menangkap seorang pelaku yang sangat meresahkan warga. Dia bernama Jumri (40) warga Jambuk Makmur RT 10, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Jumri berhasil ditangkap, Sabtu (25/5/2019) lalu di Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Ketika diamankan, Jumri baru selesai berkelahi dengan temannya dan masih dalam pengaruh narkoba.

“ Makanya wajahnya (Jumri,Red) babak belur. Itu karena berkelahi dengan temannya sendiri. Dan saat ini pelaku sudah kami tahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini.

Penangkapan terhadap Jumri ini terkait kasus pencurian rumah kosong di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bukit Biru, RT 02, Tenggarong, pada Rabu (1/5/2019) pagi sekitar pukul 06.30 Wita. Usai menerima laporan akan kejadian itu, Tim Alligator yang dipimpin Kanit Opsnal Iptu Aksaruddin langsung melakukan penyelidikan dilapangan.

Dari hasil dilapangan, Tim Alligator berhasil mengantongi identitas Jumri. Pasalnya, Jumri baru saja bebas dari penjara karena kasus pencurian. Sehingga dicurigai, Jumri kembali beraksi di Tenggarong. Sampai akhirnya Jumri berhasil diamankan.

“ Waktu diamankan, dia mengakui yang telah mencongkel rumah kosong di Jalan Pahlawan tersebut. Bahkan dia juga mengakui mencongkel salah satu rumah di Jalan Pesut Gang 03 Tenggarong,” urai Kasat.

Usai diamankan, petugas lalu meminta Jumri untuk memperlihatkan barang bukti. Ternyata selama beraksi di Tenggarong, Jumri bersembunyi atau menginap di Hotel Amanah Tenggarong.

“ Disanalah dia menginap atau bersembunyi selama beraksi. Ketika kami geledah kamar tempatnya menginap, kami temukan sejumlah alat yang digunakan untuk mencongkel jendela dan pintu,” bebernya.

Alat-alat yang ditemukan yakni dua buah linggis, dua buah tang, satu bor tangan, satu unit handphone, satu kartu ATM, satu KTP korban, serta uang tunai Rp 2.520.000. Semua itu disimpan dalam sebuah tas ransel warna biru.

“ Untuk pelaku ini kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana kurungan diatas lima tahun,” pungkasnya. (bay)

1 KOMENTAR

Berikan Tanggapanmu