KEDAPATAN POLISI : Hendri dan Husni saat diamankan Satreskoba Polresta Samarinda, Selasa (7/5/2019) sore lalu. Keduanya mengaku habis menggunakan narkoba di rumah pribadi Kalapas Samarinda. (ist)

1News.id, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda berhasil mengamankan dua Narapidana (Napi) yang kedapatan habis mengkonsumsi narkoba, Selasa (7/5/2019) sore lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka bernama Hendri Wahyudi alias Yudi (30) dan Husni (36), warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda.

Menariknya lagi, usai diamankan di Jalan M Yamin, tepatnya di depan Dealer Honda Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda. Dua tahanan pendamping (Tamping) ini mengaku baru menggunakan narkoba jenis sabu di rumah pribadi milik Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Samarinda, M Ikhsan yang berada di kawasan Jalan Labu Putih 14, RT 34, Perumahan Bengkuring Inside Nomor 108, Kota Samarinda.

“ Iya, saya habis pake sabu disitu (Rumah Pribadi Kalapas,Red). Saat itu saya bersama tiga teman saya sedang memperbaiki pintu dirumah itu,” ucap Hendri kepada wartawan, Jumat (10/5/2019) kemarin.

Ternyata, selain Hendri dan Husni, terdapat dua napi lain yang ikut ke rumah tersebut. Mereka bernama Wahono dan Sahroji. Namun saat pulang dari rumah tersebut, mereka berpisah. Hendri dan Husni kembali naik ke ambulance berwarna putih, sedangkan Wahono dan Sahroji menumpang di mobil Yaris yang dikawal dua petugas Lapas bernama Dori dan Supriyadi.

“ Kami datang ke rumah itu sejak pukul 8 pagi. Sesampainya disana saya bersama yang lain langsung memperbaiki pintu yang rusak,” aku Hendri, lagi.

Setelah memperbaiki pintu, Hendri dan Husni meminta ijin untuk membuang sampah dihalaman belakang rumah Kalapas. Saat itulah keduanya mengambil kesempatan untuk menggunakan barang haram tersebut. Hendri mengaku, sabu itu dia beli dengan harga Rp 100 ribu dari seorang rekannya yang mendatanginya ke Bengkuring.

“ Beli sama teman. Uang itu dari kiriman keluarga setiap tiga bulan sekali,” katanya.

Belum habis memakai sabu itu, Hendri dan Husni dipanggil petugas Lapas. Kemudian keduanya pulang ke Lapas yang terletak di Jalan Sudirman, Samarinda bersama seorang petugas bernama Joni. Ternyata dalam perjalanan, keduanya diciduk Satreskoba Polresta Samarinda yang sudah mendapatkan informasi sejak lama.

“ Sudah lama kami mendapatkan informasi bahwa sering ada Napi yang datang ke rumah tersebut untuk menggunakan narkoba. Hanya saja baru kali ini kami berhasil mengungkapnya,” terang Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda, Iptu Syahrial Harahap kepada wartawan.

Dari tangan napi yang sudah divonis selama 6 tahun ini, polisi mengamankan satu buah pipet kaca yang berisikan sisa sabu, satu korek gas, satu alat hisap dan satu unit handphone.

“ Barang bukti itu kami temukan digenggaman tangan Hendri, dibelakang mobil, dan dikantong celana Hendri. Saat kita tanya, Hendri mengakui itu barangnya,” terang Harahap.

Terkait ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan, sementara Hendri dan Husni kembali dimasukkan ke dalam penjara.

“ Kita masih mendalami keterlibatan pihak terkait dan masih melakukan pengembangan dilapangan,” tegasnya. (Vie)

Berikan Tanggapanmu