KENA GETAHNYA : Lima dari tujuh pelaku jaringan spesialis pencurian sparepart alat berat saat diamankan di Polsek Tenggarong Seberang beserta sejumlah barang bukti dalam press rilis, Selasa (7/5/2019) pagi. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Maraknya pencurian sparepart alat berat di salah satu perusahaan yang berlokasi di Desa Bangun Rejo RT 16, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ternyata membuat aparat kepolisian geram. Buktinya, dalam kurun waktu dua bulan, sebanyak tujuh pelaku berhasil diamankan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tenggarong Seberang.

“ Iya, dua pelaku kami amankan bulan maret 2019 lalu dan berkasnya sudah P-21, sementara lima pelaku lainnya kami amankan bulan Mei ini,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf, melalui Kanit Reskrim Ipda Slamet Rijadi kepada harian ini, Selasa (7/5/2019) sore.

Tujuh pelaku yang diamankan bernama Agus Pramono alias P-Man (31), Ical alias Daeng (33), Rio Krisdianto (38), Novianto (34), Mei Cosmas Manik (28), Ari Siswanto (25) dan Sona Rataupan, semuanya warga Tenggarong Seberang dan Samarinda.

“ Dari tujuh pelaku yang diamankan, lima diantaranya adalah pemetik, sedangkan dua lainnya adalah penadah atau pembelinya. Sementara otak dibalik pencurian ini adalah Agus alias P-Man,” jelas Rijadi.

Terungkapnya kasus ini berawal adanya laporan pencurian sparepart alat berat di Tenggarong Seberang pada bulan Maret 2019. Ketika itu Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Ari dan Sona.

Usai diamankan, pihaknya langsung melakukan pengembangan dilapangan. Pasalnya, pada 30 April 2019, pencurian sparepart kembali terjadi. Padahal, terang Rijadi, Ari dan Sona sudah berada dibalik jeruji besi Polres Kukar.

“ Dari situlah diketahui kalau masih ada pelaku lainnya yang berkeliaran dan ternyata mereka satu jaringan dengan dua pelaku yang kami amankan lebih dulu,” tutur Kanit.

Dari keterangan Ari dan Sona, Unit Reskrim berhasil mengamankan Agus, Ical dan Rio, Rabu (1/5/2019) sore, sementara dua penadahnya yakni Novianto dan Mei diamankan, Minggu (5/5/2019) siang lalu.

“ Mereka ditangkap dilokasi yang berbeda-beda. Bahkan salah seorang pelaku bernama Rio, sempat melawan petugas ketika diamankan di sebuah kos-kosan yang ada di Samarinda. Ternyata pelaku yang merupakan residivis kasus narkoba ini, habis mengkonsumsi sabu-sabu,” beber Rijadi.

Kemudian lanjutnya, Agus yang merupakan otak dibalik pencurian ini merupakan mantan karyawan diperusahaan tersebut dan bekerja sebagai mekanik. Mengenai sparepart hasil curian yang dilakukan Agus Cs, dijual hingga ke Jakarta.

“ Harganya macam-macam, tergantung barangnya. Biasanya mereka menjual melalui online atau door to door, bahkan ada yang sudah terjual hingga ke Jakarta dengan harga puluhan juta,” urai Rijadi, lagi.

Saat ini, tujuh pelaku jaringan ini sudah mendekam di penjara. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

“ Untuk barang bukti, kami amankan satu set Rod Arm Eksavator Komatsu PC200, satu betel, satu palu, dan tiga buah kunci ring pas. Selain itu dari penadahnya, kami mengamankan satu set panel drive PC200 dan satu unit control valep,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu