KENA APESNYA : Sejumlah pembalap liar saat diamankan Tim Anti Balap Liar karena melakukan aksi balapan di Jalan Akhmad Muksin, Tenggarong, Selasa (7/5/2019) dini hari. Bahkan seorang pembalap dihukum berdiri dengan sepeda motornya (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Sudah tahu melanggar aturan, masih saja melakukan balapan liar. Itulah yang dilakukan sejumlah remaja di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Akibat melakukan balapan liar saat bulan suci Ramadhan pada, Selasa (7/5/2019) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, sebanyak 10 unit sepeda motor diamankan Tim Anti Balap Liar Polres Kukar.

Ya, rata-rata masih pembalap liar yang diamankan masih berusia dibawah umur dan tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM). Bahkan beberapa sepeda motor sudah terlihat tidak seseuai dengan bentuk aslinya atau dimodifikasi.

“ Mereka tadi (Selasa,Red) melakukan balap liar di sepanjang jalan Timbau atau Jalan KH Akhmad Muksin,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Lantas AKP Ramadhanil kepada harian ini.

Tentu saja, akibat ulah mereka, sejumlah warga sekitar merasa resah dan melaporkannya ke Polres Kukar. Kemudian dipimpin Kanit Dalmas Ipda Sang Made Satria, sejumlah personel berpakaian lengkap yang sedang piket langsung bergerak ke lapangan guna melakukan penindakan.

“ Waktu ditindak ada beberapa yang berhasil lolos, tapi 10 pembalap berhasil diamankan Tim Anti Balap Liar,” beber Dhanil, akrab disapa.

Semua pembalap liar yang diamankan langsung dibawa ke Pos Pal 4 Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kukar. Bahkan salah seorang pembalap liar dihukum berdiri sambil memegang sepeda motornya yang sudah dimodifikasi, sebagai bentuk pembinaan.

“ Semuanya kami kenakan penilangan dan denda maksimal Rp 3 juta sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bahkan sesuai penegasan, sepeda motor mereka kami tahan sampai lebaran usai,” tegas Kasat. (bay)

Berikan Tanggapanmu