Photo : Kepala Dishub Kaltim, H Salman (ist)

1News.id, SAMARINDA – Kepadatan arus mudik lebaran sudah mulai dirasakan sejak bulan April 2019 lalu di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kalimantan Timur (Kaltim), H Salman kepada awak media, Kamis (16/5/2019) kemarin usai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah instansi terkait.

“ Tanda-tanda kepadatan sudah terasa beberapa bulan belakangan ini. Dimana jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara APT Pranoto Samarinda sudah mencapai 4 ribu, baik yang berangkat maupun yang datang, atau sekitar 400 lebih penumpang setiap minggunya,” terang Salman.

Untuk itu, lanjutnya, Dishub Kaltim sudah mempersiapkan langkah dan antisipasi strategis lewat Rencana Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu (RPALT) Tahun 2019.

“ Poin utama ialah untuk mengantisipasi lonjakan pada penumpang disemua angkutan. Yang mana secara umum akan mengalami peningkatan sebesar 6 hingga 10 persen, terutama pada H-4 H-4 hingga H+2 lebaran,” tutur Salman.

Beberapa lonjakan yang paling di antisipasi yakni di dua bandara utama Kaltim, yakni di Bandara Sultan AJi Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan dan perdana di tahun 2019 Bandara APT. Pranoto (APTP) Samarinda.

“ Untuk itu saya harap dua bandara tersebut agar bersiap dalam arus mudik lebaran tahun ini. Khususnya bagi Bandara APT Pranoto Samarinda, beberapa Fasilitas harus dilengkapi termasuk pemasangan alat bantu dalam pendaratan,” ucapnya.

Melihat adanya peningkatan jumlah penumpang. Dua maskapai penerbangan, yakni Nam Air dan Lion Group sudah melakukan konfirmasi penambahan jadwal penerbangan kepada Dishub Kaltim. Karena beber Salman, pada bulan April saja, sekitar 90 ribu penumpang terdata di dua bandara di Kaltim, terdiri 45 ribu yang datang dan 44 ribu orang yang pergi.

“ Pihak maskapai akan mempersiapkan extra flight dengan tujuan Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Semarang diluar rute yang sudah ada,” urai Salman.

Kemudian tambahnya, Dishub juga akan menyiapkan beberapa posko di dua bandara tersebut agar penumpang bisa beristirahat maupun bermalam, terutama bagi penumpang dari daerah luar. (Vie)

Berikan Tanggapanmu