MINTA KLARIFIKASI : Puluhan mahasiswa dari AMPD Samarinda saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Kota Samarinda, Senin (22/4/2019) pagi. (Photo : Yovie/1News)

1News.id, SAMARINDA – Senin (22/4/2019) pagi tadi, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Samarinda menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda. Dalam aksi tersebut, AMPD menuntut agar penegakan hukum dan keadilan dalam pemilu tahun ini.

“ Usut tuntas kasus kecurangan dan pelanggaran pemilu. Serta tindak tegas kasus politik uang (money politic),” ucap Mus Mulyana, koordinator AMPD dalam orasinya.

Politik uang yang disinggung AMPD yakni terkait kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan koordinator saksi dari calon legislatif (caleg) dari Partai Nasdem berinisial MW.

“ Aksi ini sebagai bentuk pengawalan kami dalam jalannya pemilu yang bersih,” tegas Mus.

Apalagi tegas Mus, oknum caleg yang melakukan politik uang dalam pemilu serentak beberapa waktu lalu sudah tersebar luas hingga ke masyarakat.

“ Untuk itu kami (AMPD,Red) ingin adanya klarifikasi dari Bawaslu Samarinda terkait kelanjutan kasus tersebut. Kami juga mendesak agar Bawaslu mengusut kasus itu hingga ke akarnya,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin sangat mengapresiasi apa yang dilakukan sejumlah mahasiswa dari AMPD Samarinda tersebut. Namun, Muin meminta agar AMPD dan masyarakat untuk percaya kepada Bawaslu dalam mengusut kasus politik uang dalam pemilu serentak tahun 2019 ini.

“ Percayakan kepada Bawaslu. Kami akan menyelesaikan dengan prosedur dan mekanisme sesuai aturan,” terang Muin. (Vie)

Berikan Tanggapanmu