CABULI SISWI : M Ali Muksin (37) seorang pedagang sayur keliling saat dimintai keterangan oleh penyidik di Polsek Loa Janan akibat mencabuli seorang siswi kelas 5 SD. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Sudah dianggap seperti keluarga, malah disalah gunakan. Itulah yang dilakukan M Ali Muksin (37) warga Jalan Soekarno Hatta Kilometer 2, Kelurahan TaniAman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Ali tega mencabuli seorang gadis berusia 12 tahun, sebut saja Mawar, warga Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang tak lain anak temannya sendiri.

Ya, itulah yang dilakukan pedagang sayur keliling ini. Akibatnya, Ali harus berurusan dengan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Loa Janan dan diamankan, Rabu (24/4/2019) siang kemarin.

“ Pelaku kami amankan dirumahnya yang baru di Desa Loa Janan Ulu. Bahkan saat itu pelaku sempat membantah, namun akhirnya dia mengakuinya,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP Andika Dharma Sena kepada wartawan, kemarin.

Pencabulan yang dilakukan Ali ini sudah terbilang sangat lama, sejak bulan Maret 2018 silam. Terakhir perbuatan bejat ini dilakukan Ali pada tanggal 11 April 2019 lalu sekitar pukul 14.00 Wita di sebuah rumah kosong berjarak 1 kilometer dari rumah Mawar.

Sena menerangkan, kasus yang menimpa siswi kelas 5 SD ini bermula saat ibu Mawar hendak melahirkan. Karena sudah saling kenal dan merasa Ali adalah orang baik, Mawar dititipkan dirumah Ali selama persalinan. 

Saat itulah Ali mengambil kesempatan. Karena nafsu sudah diujung tanduk, Ali yang melihat Mawar tanpa mengenakan pakaian usai mandi, langsung meraba-raba tubuh Mawar.

Semenjak itu, Ali kerap mencabuli Mawar berulang kali. Bahkan saat ingin mengulangi perbuatannya itu, Ali terkadang nekat datang ke rumah Mawar dan meminta ijin kepada orang tuanya untuk mengajaknya jalan-jalan.

“ Jadi pelaku ini selalu berpindah-pindah mencabuli korban. kadang dirumah kosong milik pelaku, kemudian pernah dirumah pelaku sendiri saat istrinya tidak ada. Selanjutnya pernah dilakukan dikebun dan juga disebuah kontrakan,” urai Sena.

Kemudian, lanjut Sena, setiap selesai mencabuli Mawar, Ali selalu memberikan iming-iming berupa uang sebesar Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, bahkan pernah memberikan jam tangan. Kemudian Ali mengancam Mawar apabila bercerita, tidak akan diberi uang lagi.

“ Tapi klama-kelamaan korban akhirnya ketakutan dan menceritakan hal itu kepada orang tuanya, Selasa (23/4/2019) lalu. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Loa Janan dan akhirnya kami amankan siang tadi (Rabu,Red),” urai Kapolsek.

Saat ini tambahnya, Ali sudah mendekam di sel Mapolsek Loa Janan. Dia dijerat dengan Pasal 76D Subsider 81 ayat 2 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Dibawah Umur dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“ Untuk barang bukti kami amankan pakaian korban. Selain itu kami juga sudah melakukan visum di rumah sakit, dan hasilnya ditemukan robekan pada kemaluan korban,” beber Sena.

Sementara itu, Ali mengaku khilaf atas perbuatannya. Kepada pewarta, Ali mengatakan telah mencabuli Mawar sebanyak 30 kali.

“ Saya khilaf mas. Itu karena saya nafsu melihatnya tidak menggunakan pakaian. Sejak 2018 lalu, saya  hanya ingat melakukannya sebanyak 30 kali,”aku Ali.

Ditanya apakah juga menyetubuhi Mawar?, Ali mengaku tidak pernah, hanya menggesek-gesek saja.

“ Nggak pernah. Saya cuma gesek-gesek dan pakai jari saja,” ujarnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu