<

p class=”MsoNormal” style=”caret-color: rgb(0, 0, 0); color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: auto; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.301961); -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration: none; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 16.866666793823242px; font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif”>

IKUT MEMILIH : Puluhan tahahan di Mapolres Kukar saat dibawa ke Lapas Tenggarong untuk memberikan hak suaranya dalam pemilu serentak, Rabu (17/4/2019) siang. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Menjalani masa tahanan karena melakukan pelanggaran hukum, bukan berarti kehilangan hak suara dalam pemilu serentak tahun 2019 ini. Buktinya, pada pesta demokrasi yang digelar Rabu (17/4/2019) hari ini, sebanyak 62 tahanan dari Polres Kutai Kartanegara (Kukar) diberikan kesempatan untuk mencoblos.

Ya, saat melakukan pencoblosan, mereka melakukannya di TPS 88 yang berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tenggarong, tepatnya di Jalan Mangkuraja sesuai dengan surat undangan A5 KPU Kukar.

Tentunya, saat mengawal para tahanan tersebut, Polres Kukar mengerahkan pasukan dibantu Brimob Polda Kaltim dengan total 50 personel.

“ Tadi semua tahanan tersebut kami berangkatkan dari Polres Kukar sekitar pukul 12 siang. Mereka diangkut menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Tenggarong sebanyak dua unit dan satu unit bis Polres Kukar,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kasat Tahti Iptu Priyantana, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini.

Tahanan sebanyak 62 orang itu terdiri dari 60 pria dan 2 wanita. Usai melakukan pencoblosan, semuanya kembali dibawa ke Polres Kukar.

“ Semua berjalan aman dan lancar, tidak ada masalah sama sekali. Semua tahanan tertib saat melakukan pencoblosan,” ungkap Damus. (bay)

Berikan Tanggapanmu