PENGHORMATAN TERAKHIR : Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah saat menghadiri pemakaman Dani Faturahman, anggota KPPS di Samarinda sekaligus teman dekatnya yang meninggal usai melakukan bertugas melakukan penghitungan surat suara, Kamis (18/4/2019) pagi. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, SAMARINDA – Banyak yang merasa kehilangan atas kepergian Dani Faturahman (41), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 03, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang meninggal dunia usai menyelesaikan penghitungan surat suara, Kamis (18/4/2019) pagi tadi. 

Semasa hidupnya, Dani sangat dikenal warga sebagai sosok yang ramah dan baik. Bahkan rasa kehilangan itu, juga dirasakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Rudiansyah.

“ Dia sohib (sahabat,Red) saya sampai sekarang. Bahkan almarhum merupakan teman akrab sekelas saya sewaktu di SMP,” ungkap Rudi, akrab disapa kepada wartawan saat ditemui usai pemakaman Dani di Kuburan Muslimin, Jalan Kenangan, Kamis siang.

Rudi mengaku sama sekali tidak menyangka Dani lebih dulu meninggalkannya. Apalagi kepergian Dani, terjadi usai menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai anggota KPPS dalam pemilu serentak tahun 2019 ini.

“ Dengan kepergian almarhum, saya minta semua pihak untuk mendoakan agar yang bersangkutan (Dani,Red) dan seluruh anggota KPPS mendapat keberkahan, terutama mendapatkan pengampunan,” ucapnya.

Atas kejadian ini,  Rudi meminta kepada seluruh penyelenggara untuk tetap menjaga kesehatan, terutama saat menghadapi rekapitulasi. Bahkan, dia juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan rekan-rekan di tingkat KPPS, PPS hingga PPK, lebih banyak kerelawanannya.

“ Mereka (penyelenggara,Red) lebih banyak mengabdi. Untuk itu kami berharap ada pihak-pihak yang peduli terhadap penyelenggara ini,” harapnya.

“ Tetapi kami semua ikhlas, demi keberlangsungan sebuah tahapan Negara ini, kami semua ikhlas. Semoga keluarga yang ditinggalkan almarhum mendapatkan kekuatan dan ketabahan,” tambah Rudi, lagi.

Dalam kesempatan ini, Rudi juga berencana akan menggalang bantuan antar sesama penyelenggara sebagai bentuk kepedulian. Tak hanya itu, Rudi juga mengajak para penyelenggara untuk datang ke rumah duka di malam pertama atau malam ketiga.

“ Saya ingin memberikan kesempatan kepada penyelenggara untuk saling berbagi, dan itu sudah menjadi kewajiban bagi kita semua,” tuturnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu