DITANGKAP LAGI : Komplotan Maling Mobil di Tenggarong, Jamal, Jasmin dan Kono saat diamankan di Mapolres Kukar usai diciduk Tim Alligator, Jumat (26/4/2019) kemarin. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Berangan-angan akan mendapatkan keuntungan banyak dari hasil penjualan mobil curian, malah berakhir dibalik jeruji besi. Itulah yang dialami dua ‘Raja Maling’ Jamal Suwardana alias Jamal (27) dan Jasmin (27). Keduanya ditangkap Tim Alligator Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (26/4/2019) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita di Jalan Poros Bontang – Sangatta, Desa Teluk Pandan RT 13, depan Telaga Bening, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“ Saat ditangkap, keduanya sedang tidur di warung yang berada dipinggiran jalan poros Bontang – Sangatta,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada wartawan, Jumat siang.

Selain Jamal dan Jasmin, Tim Alligator yang dipimpin Kanit Opsnal Iptu Aksar, juga mengamankan satu rekannya bernama Masrani alias Kono (28) warga Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat pagi sekitar pukul 09.00Wita.

“ Untuk pelaku ketiga ini (Kono,Red) kami tangkap disebuah kontrakan yang berada di Gang Mitra Wahyu, Jalan Maduningrat, Tenggarong. Saat itu dia juga sedang tidur,” ucap Damus, lagi.

Untuk diketahui, pencurian yang dilakukan komplotan ini menimpa Abdullah, warga Jalan Maduningrat, Tenggarong, pada Rabu (24/4/2019) dini hari. Ketika itu, komplotan tersebut berhasil membawa kabur mobil minibus merek Daihatsu Luxio warna putih yang sedang terparkir dihalaman rumah toko (ruko) elektronik Sumber Rejeki. 

Sementara Abdullah, baru mengetahui mobilnya hilang dicuri sekitar pukul 05.00 Wita saat ingin sholat subuh. Kemudian kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Kukar.

“ Usai menerima laporan, saya langsung perintahkan Tim Alligator untuk melakukan penyelidikan dan mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) guna mengumpulkan sejumlah informasi,” terang Kasat.

Tak perlu menunggu lama, saat penyelidikan Tim Alligator langsung berhasil mengantongi identitas Jamal dan Jasmin. Setelah mengetahui keberadaan keduanya, Tim Alligator langsung melakukan pengejaran hingga ke Bontang dan Sangatta.

“ Ternyata benar, keduanya sedang berada di jalan poros Bontang-Sangatta. Saat itu keduanya sedang mencoba menjual mobil tersebut,” beber Damus.

Usai diamankan, Jamal dan Jasmin lalu digiring ke mobil untuk dibawa ke Mapolres Kukar di Tenggarong. Namun ketika ingin membawa masuk ke dalam mobil, Jamal melawan petugas dan mencoba kabur. Sehingga saat itu, Kanit Opsnal Iptu Aksar terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki Jamal dan melumpuhkannya.

“ Iya benar, saat itu salah satu pelaku berusaha kabur, sehingga anggota terpaksa melumpuhkan kaki kanannya dengan tembakan,” terang Kasat, lagi.

Berhasil diamankan kembali, Tim Alligator langsung membawa keduanya ke Tenggarong. Dari hasil pengembangan, Jamal mengaku mencuri mobil tersebut menggunakan kunci asli yang diberikan oleh Kono. Kemudian Tim Alligator langsung menangkap Kono dikontrakannya.

“ Saat ini ketiganya sudah kami tahan di sel Mapolres Kukar dan ditetapkan sebagai tersangka. Untuk barang bukti kami amankan satu unit mobil Daihatsu Luxio warna putih KT 1523 CM,” katanya.

Kemudian, tambah Damus, untuk Jamal dan Jasmin merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Kukar dan Samarinda. Sementara Kono merupakan juru parkir (jukir) di Pasar Tangga Arung, Tenggarong. Selain mencuri mobil, Jamal juga mencuri sepeda motor milik Abdullah sekitar satu bulan lalu.

“ Untuk sepeda motornya masih kita lakukan pencarian. Karena menurut informasi sepeda motor tersebut sudah dijual sana-sini,” jelasnya.Sempat Bocor Ban Hingga Jaminkan Handphone Buat Beli Bensin

DUA “Raja Maling” yang diamankan Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar, yakni Jamal dan Jasmin mengaku sempat kebocoran ban saat menawarkan mobil Daihatsu Luxio, hasil curian tersebut. Bahkan Jasmin terpaksa menjaminkan handphone “batang” miliknya di warung sebagai jaminan membeli bensin.

“ Sempat kehabisan bensin sama kebocoran ban. Karena uang yang kami bawa habis, terpaksa saya menaruh hape di warung untuk jaminan beli bensin,” ucap Jasmin kepada harian ini saat ditemui.

Jasmin juga mengaku kalau dia hanya diajak oleh Jamal untuk mencuri mobil tersebut. Apalagi saat itu dirinya sama sekali belum memiliki pekerjaan usai bebas dari penjara.

“ Dia (Jamal,Red) bilang ada kerjaan (target curian). Karena saya nggak ada kerjaan, jadi saya mau saja,” terang duda anak satu ini.

Sementara itu, keduanya juga sempat menawarkan mobil tersebut kepada kenalannya di Sangatta dan Bontang. Tapi karena takut, semuanya tidak ada yang berani mengambil meskipun dengan harga murah.

“ Pertama ditawarkan Rp 30 juta, kemudian turun Rp 15 juta, dan terakhir Rp 5 juta. Semuanya tidak ada yang mau, meski saya bilang ini mobil bapak saya,” sambung Jamal.

Apabila tidak laku, keduanya kebingungan mau diapakan mobil tersebut.

“ Kami sudah bingung, rencana terakhir mau ke tempat teman dia (Jasmin,Red) lagi, tapi keburu ditangkap duluan,” kata Jamal.

Ditanya mengenai sepeda motor milik Abdullah yang dicurinya sekitar satu bulan lalu, diakui Jamal sudah digadaikan di Samarinda dengan harga Rp 1,5 juta. Bahkan sebelum mencuri mobil tersebut, Jamal juga mengaku sempat menggadaikan sepeda motornya sendiri di Jalan Mangkuraja, Tenggarong sebagai modal dijalan.

“ Jadi kami datang ke Tenggarong siang hari menggunakan sepeda motor saya sendiri. Sampai di Tenggarong saya langsung ke Jalan Mangkuraja untuk mengadaikan sepeda motor saya itu. Kemudian saya juga sempat makan dirumah mama angkat saya, dan saat tengah malam barulah kami jalan kaki untuk mencuri mobil tersebut,” urai Jamal.Dapat Kunci Mobil dan Motor Setahun Lalu

MASRANI alias Kono mengaku menemukan kunci mobil tersebut sekitar satu tahun lalu saat dirinya sedang bekerja sebagai jukir di Pasar Tangga Arung, Tenggarong. Kunci itu ditemukannya tergeletak disamping pohon dekat rumah Abdullah.

“ Kuncinya satu renteng, ada kunci sepeda motor dan mobilnya. Awalnya saya tidak tahu itu punya siapa, kemudian saya bawa pulang,” kata Kono kepada harian ini.

Tak lama kemudian, Kono akhirnya mengetahui siapa pemilik kunci itu. Namun ungkap Kono, itu sudah sekitar 3 bulan usai menemukannya.

“ Awalnya saya mau kembalikan, tapi pas dirumah tercecer dan kuncinya hilang. Namun beberapa lama kemudian kuncinya ketemu lagi,” aku bapak satu anak ini.

Sekitar 5 bulan lalu, Kono akhirnya mengontrak dirumah sewaan milik Abdullah untuk mendekati lokasi kerjaan. Bahkan saat itu, rencananya Kono ingin mengembalikan kunci itu sambil membayar uang sewaan. Tapi entah mengapa, Kono malah memberikan kunci itu kepada Jamal yang bertamu ke rumahnya.

“ Pas pertama dia (Jamal,Red) datang ke rumah, saya tidak kasih kuncinya. Pas kedua kalinya baru saya kasih ke dia kunci itu. Terus saya bilang, itu motor sama mobilnya, terserah kamu mau apakan,” jelasnya.

Kono tak menyangka, selang 3 bulan memberikan kunci itu kepada Jamal. Sepeda motor pemilik rumah sewaanya hilang dicuri, kemudian mobilnya lagi. Bahkan Kono juga mengaku sempat mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Jasmin.

“ Saya SMS apakah kamu yang mencuri mobilnya? Tapi tidak dibalas. Sampai akhirnya tadi pagi (Jumat,Red) saya ditangkap pas lagi tidur dikontrakan,” ucapnya, lagi. (bay)

Berikan Tanggapanmu