KARENA JUDI : Jh dan Ey saat diamankan di Mapolsek Samarinda Kota beserta barang bukti penjualan judi togel atau kupon putih. (Ist)

1News.id, SAMARINDA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Samarinda Kota berhasil menangkap dua pemain judi togel atau kupon putih. Mereka berinisial Jh (44) warga Jalan KH Hasan Basri, Kelurahan Temindung Permai dan Ey (54) seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Jalan Merdeka 3, Kelurahan Supida, Kota Samarinda.

“ Kedua pelaku kami tangkap, Senin (8/4/2019) siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita. Jh ditangkap di Jalan Pulau Irian, sedangkan Ey dirumahnya,” terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, didampingi Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Nur Cholis kepada harian ini, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Kasus ini terungkap berkat informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa di Jalan Pulau Irian, terdapat seseorang yang memperjualbelikan judi kupon putih. Mendapatkan info tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim beserta personel untuk melakukan penyelidikan.

“ Saat di TKP, anggota melihat seorang pria (Jh,Red) yang dicurigai sebagai pengecer judi togel. Kemudian anggota langsung mengamankannya dan dilakukan penggeledahan,” kata Cholis.

Hasilnya, unit reskrim berhasil menemukan pesanan togel di handphone milik Jh. Kepada petugas, Jh mengaku hanya mengumpulkan pesanan dan menyetorkan hasil pembelian itu kepada bandarnya yakni Ey.

“ Setelah mendapat keterangan pelaku pertama, anggota langsung mengarah ke rumah bandarnya (Ey,Red) di Jalan Merdeka dan melakukan penangkapan,” ungkap Kapolsek.

Karuan saja, Ey tak bisa berkutik saat polisi berpakaian preman menciduknya. Pasalnya petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti seperti satu lembar kertas paito, tiga buah buku mimpi, tiga buah buku rekapan togel serta satu buah pulpen saat dilakukan penggeledahan.

Usai diamankan, Ey langsung digiring ke Mapolsek Samarinda Kota bersama dengan Jh dan barang buktinya.

“ Keduanya sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kami jerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman penjara diatas lima tahun penjara,” pungkas Cholis. (Vie) 

Berikan Tanggapanmu