TEMUKAN MAYAT : Kapolsek Anggana AKP Tri Satria Firdaus bersama petugas Polairud Polda Kaltim dan Polres Kukar saat mengevakuasi jasad mayat tanpa identitas atau MrX, Selasa (9/4/2019) malam kemarin. (ist)

Berpakaian Linmas Kukar, Memiliki Tato di Kedua Kakinya

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas atau MrX. Jasad berkelamin pria tersebut ditemukan mengapung dengan kondisi sudah membusuk di Perairan Laut Dusun Tanjung Pimping, RT 16, Desa Tani Baru, Anggana.

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh Kamaruddin, seorang Nelayan, Senin (8/4/2019) lalu sekitar pukul 15.00 Wita. Ketika itu Kamaruddin sedang mencari ikan dan melihat mayat tersebut mengapung ditengah-tengah laut dengan posisi tengkurap.

Karena sendirian, Kamaruddin lalu mengikatkan pelampung berupa jerigen warna merah sebagai tanda ke tubuh jasad tersebut. Kemudian Kamaruddin bergegas mendatangi warga lain untuk meminta tolong.

“ Tapi saat warga kembali kelokasi untuk mengevakuasi, mayat itu hilang lagi. Terus dilakukan pencarian, tapi tidak diketemu juga,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Anggana AKP Tri Satria Firdaus kepada harian ini, Rabu (10/4/2019) pagi.

Karena hari makin gelap, pencarian jasad itu dihentikan dan warga kembali ke rumah.

“ Nah, Selasa (9/4/2019) siang kemarin sekitarpukul 14.30 Wita, jasad yang hilang itu kembali ditemukan oleh warga,” terang Kapolsek.

Khawatir hilang lagi, warga lalu meminta bantuan Kapal Sea Truk milik perusahaan untuk menarik jasad tersebut ke pinggir perairan sambil menunggu petugas kepolisian.

“ Jasadnya kita evakuasi sekitar pukul 18.15 Wita dan sampai di Pelabuhan Desa Sei Meriam sekitar pukul 8 malam,” urai Tri.

Saat melakukan evakuasi, Polsek Anggana dibantu petugas dari Polairud Polda Kaltim dan Polairud Polres Kukar. Pasalnya, untuk menuju ke lokasi penemuan mayat tersebut, harus menggunakan speed boat dengan jarak tempuh kurang lebih 2 jam.

“ Setelah dievakuasi, jasadnya langsung kita bawa ke RSUD AW Sjahranie Samarinda guna menjalani visum malam tadi (Selasa,Red) juga,” jelasnya.

Mengenai penyebab kematian mayat tersebut, Tri mengaku masih menunggu hasil visum.

“ Kita masih nunggu hasil visumnya,” ucapnya.

Untuk ciri-ciri mayat tanpa identitas tersebut yakni berambut ikal cepak atau pendek botak pada bagian atas, berkaos lengan panjang warna hijau bertuliskan Linmas Kutai Kartanegara, menggunakan celana pendek kolor warna abu-abu, umur diperkirakan sekitar 30 hingga 35 tahun, ada tato di kaki sebelah kanan bermotif indian dan daun, kemudian di kaki kiri ada tato huruf kanji Jepang.

“ Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan warga di Anggana tapi belum ada yang melapor atau mengenali jasad ini. Untuk itu, bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga atau mengenali ciri-ciri jasad tersebut agar segera melapor ke kantor polisi,” imbau Tri. (bay)

Berikan Tanggapanmu