Photo : ilustasi (int)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Mungkin ini yang dinamakan cinta mati. Hanya karena akan diputusin sang pacar, seorang pemuda di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ingin mengakhiri hidupnya dengan menyayatkan silet ke tangan kirinya. Beruntung aksi nekat tersebut lebih dulu kepergok petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukar.

Ya itulah Utuh (nama samaran). Awalnya pemuda berusia 20 tahun ini kedapatan anggota Wasdal Regu 1 Satpol PP Kukar sedang berduaan dengan pacarnya, sebut saja Mentari (18) warga Tenggarong, di air mancur bawah Jembatan Kukar, Senin (15/4/2019) dini hari sekitar pukul 01.35 Wita .

“ Jadi saat di datangin anggota, mereka berdua mengaku baru pulang habis menonton acara jaranan di Kelambu Kuning, Tenggarong.  Nah sewaktu diminta kartu identitasnya, keduanya tidak bisa menunjukkannya dengan alasan ketinggalan,” kata Kepala Satpol PP Kukar, Fida Hurasani, di dampingi Kasi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum, Tri Joko Kuncoro kepada harian ini, Senin siang.

Akhirnya, pasangan sejoli itu dibawa ke Kantor Satpol PP untuk di data lebih lanjut.

“ Saat didata itulah anggota melihat ada sayatan di tangan kiri pemudanya. Waktu ditanya, ternyata mereka baru habis bertengkar,” ungkap Joko.

Pertengkaran antara keduanya terjadi karena Mentari minta putus dengan Utuh. Mendapat permintaan tersebut, Utuh nekat menyayatkan silet ke tangan kirinya. Apalagi, rencananya bulan depan keduanya akan melanjutkan ke pelaminan.

“ Bahkan kata wanitanya, pemuda ini sempat ingin menyayat lehernya, tapi berhasil dihalangi,” ucap Joko, lagi.

Setelah di data, pihak Satpol PP langsung membawa kedua pasangan itu ke rumah orang tua Mentari untuk memastikan kebenarannya.

“ Orang tua wanitanya membenarkan dan mengenali pemuda ini. Mereka memang berencana akan berlanjut ke hubungan yang lebih serius,” tuturnya.

Tapi, lanjut Joko, karena Utuh sering kali melakukan aksi nekat apabila diputusin Mentari. Orang tua Mentari meminta agar Utuh menjaga jarak sembari menunggu sifat Utuh lebih dewasa lagi.

“ Jadi ini bukan yang pertama kalinya. Pemuda ini juga pernah mencoba bunuh diri dengan memukulkan kepalanya menggunakan batu saat diputuskan juga,” beber Joko.

Dengan adanya kejadian seperti ini, Joko menghimbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak remaja, agar lebih meningkatkan pengawasannya.

“ Jadikan ini pelajaran bagi orang tua yang lain. Jangan dibiarkan anak-anaknya saat bergaul diluar rumah. Bantu dan bimbing mereka ke arah yang lebih baik. Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” tegasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu