PARA JUARA : Wakapolres Kukar Kompol Wiwit Adisatria saat berfoto bersama para juara termasuk Thomas Kipkorir Maritim, pelari asal Kenya, Afrika Timur yang menjuarai event Kota Raja 10K, Minggu (3/3/2019) kemarin. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Thomas Kipkorir Maritim, pelari asal Kenya, Negara Afrika Timur berhasil menjuarai event Kota Raja 10K yang diselenggarakan Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (3/3/2019) kemarin di Tenggarong dalam rangka Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019.

Event tersebut dimulai dari Halaman Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang hingga finish di Pulau Kumala. Berlari sejauh 10 Kilometer, Kipkorir berhasil mencatat waktu 32 menit 29 detik, hanya selisih 25 detik dari pelari Indo Runners Balikpapan yakni Joyo Sihombing dengan catatan waktu 32 menit 54 detik. Sementara posisi ketiga ditempati Sidiq dengan raihan waktu 33 menit 21 detik.

“ Saya suka dengan kompetisi ini, apalagi pemandangan disini (Tenggarong,Red) sangat indah dan bagus untuk di kunjungi wisatawan asing,” kata Kipkorir kepada wartawan.Dia mengaku, sebelumnya juga pernah mengikuti kompetisi seperti ini di Samarinda dan Bontang. Kemudian mengenai event Kota Raja 10K ini, Kipkorir mengungkapkan tahu dari media sosial (Medsos) Instagram.

“ Di Bontang saya ikut yang 21K. Untuk rute di event ini lumayan susah juga, karena ada beberapa tanjakan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, event garapan Polres Kukar dengan komunitas Free Runners di ikuti sebanyak 556 pelari dari masyarakat umum dan sejumlah komunitas lari Kaltim, terdiri Smd Running Club, Bots Runners, SSS Sunners, Kulinner Run, OB Runners Samarinda, Indo Runners Balikpapan, BBC (Bontang Berlari Community), dan Indo Runners Sangatta.

“ Dari 500-an peserta itu, sebanyak 255 pelari mengikuti 10K, 275 mengikuti 5K, dan 36 pelari mengikuti Kid Dash,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, AKP Okky Aryano kepada harian ini.

Sementara itu, Wakapolres Kukar Kompol Wiwit Adisatria mengatakan, pihaknya akan kembali mengadakan event serupa dengan skala yang lebih besar pada Hari Bhayangkara, 1 Juli 2019mendatang.

“ Semoga saja 1 Juli kita bisa buat event ini lagi. Kalau bisa ribuan peserta,” ucap Wakapolres.

Kedatangan pelari Kenya itu, terang Wiwit, tidak diundang atau dibiayai. Tapi, Thomas Kipkorir datang sendiri.

“ Dia (Kipkorir,Red) datang sendiri. Awalnya ada dua pelari Kenya yang akan datang, tapi hanya satu saja yang bisa, karena satunya berhalangan,” jelasnya.

Event Nasional rasa Internasional ini memberikan total hadiah Rp 40 juta bagi para pemenang. Selain itu digelar juga zumba bersama dan hiburan Disk Jockey (DJ) Novi Spincodes asal Malang serta pembagian doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor. (Bay)

TABEL : 

Berikan Tanggapanmu