LAKUKAN PENCARIAN : Sejumlah warga bersama Tim Sar gabungan saat melakukan pencarian dengan cara membuat gelombang di bawah keramba ikan, tempat terakhir Nurjani Hasan dilaporkan hilang tenggelam di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Sabtu (23/3/2019) sore. (Photo : Bayu/1News)

Tidak Jadi Mengaji, Ikut Berenang Bersama Lima Teman Sekolahnya

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Suasana di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak heboh. Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Nurjaki Hasan, warga RT 3 Desa Perjiwa dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Jalan Mangkuraja 1, Desa Perjiwa RT 1, Sabtu (23/3/2019) sore tadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Informasi yang dihimpun. Insiden ini berawal saat Nurjaki bertemu dengan ke lima temannya sekitar pukul 16.30 Wita yakni, Rangga (12), Rehan (12), Rahman (12), Regan Badillah (12) dan Raihanum Ayudiya Lestari alias Tari (11), yang kebetulan hendak berenang di bekas Pelabuhan Feri Tradisional milik Pak Tamar.

Melihat teman satu sekolahnya di SDN 018 Tenggarong Seberang tersebut mau berenang. Nurjaki yang tidak jadi mengaji lantaran ustadz-nya sakit, langsung ikut ke pelabuhan.

“ Waktu itu sempat saya tanya. Kamu bisa berenang nggak? Terus dijawab sama dia, tidak. Kemudian saya kasih tahu lagi jangan ke tengah ya,” kata Tari, adik kelas Nurjaki yang juga temannya saat ditemui wartawan.

Sewaktu Nurjaki berenang. Sekitar pukul 17.00 Wita, Tari melihat Nurjaki langsung tenggelam ke dalam air. Ketika itu Tari hanya melihat sejumlah jari dan bagian atas kepalanya saja.

“ Cuma lihat jari sama kepalanya sedikit saja. Terus dia juga nggak ada kaya berusaha minta tolong gitu, nggak ada juga menggerakkan tangannya. Bahkan saya lihat, saat itu dia terbawa arus dari pelabuhan sampai dekat keramba ikan, sekitar 30 meteran-lah,” ucap Tari.

Sontak, Tari bersama ke empat temannya yang lain langsung berteriak meminta tolong. Sampai akhirnya seorang warga datang untuk membantu.

“ Waktu orang itu mau menolong, teman saya sudah hilang. Nggak lama kemudian banyak orang pada datangan karena dengar teriakan saya,” tutur siswi kelas 5 SD ini.

Setelah itu, Tari mengaku sempat mendatangi rumah Nurjaki untuk memberitahukan kejadian itu kepada kedua orang tua Nurjaki. Tapi sayang, saat itu di rumah tidak ada orang, karena kedua orang tua Nurjaki informasinya sedang berada di Tenggarong.

“ Nah tadi saya dengar, orang tuanya di telpon sama orang. Barulah orang tuanya datang,” bebernya.

Mengenai pelabuhan itu, diakui Tari memang sering dijadikan tempat berenang bersama teman-temannya. Hanya saja, Nurjaki sama sekali tidak pernah ikut berenang.

“ Ya baru kali ini dia ikut berenang, kalau saya biasa berenang sama teman-teman,” tegas Tari, lagi.

Usai kejadian, Tim Sar gabungan dari BPBD Kukar, Satpol PP Kukar, Polsek Tenggarong Seberang bersama Tim Inafis Polres Kukar langsung tiba di lokasi guna melakukan pencarian dibantu warga setempat.

“ Tadi sempat dilakukan penyelaman selama 10 menit oleh dua anggota BPBD Kukar yakni Jianto dan Nugroho GM. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman 6 meter. Kendalanya ya pandangan zero (nol) atau gelap, ditambah arus yang deras,” kata Ketua Regu 4 BPBD Kukar, Amat Solikin (32) saat ditemui.

Karena waktu kejadian mendekati malam hari, pencarian dihentikan menjelang maghrib. Rencananya pencarian akan dilanjutkan Minggu (24/3/2019) besok pagi.

“ Demi keselamatan tim dan sesuai SOP (Standard Operating Procedure) Basarnas, maka pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi sekitar pukul 7 pagi. Bahkan radius pencarian akan diperluas lagi,” ucap Solikin.

Terpisah, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno mengatakan, usai menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan pencarian bersama tim sar gabungan. Karena pencarian dihentikan, pihaknya hanya melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata.

“ Anggota akan standby disini (TKP,Red) untuk melakukan pengawasan. Semoga saja korban cepat ditemukan dan mohon doanya,” kata Hadi. (Bay)

Berikan Tanggapanmu