1News.id, Cilacap – KUD Mino Saroyo Cilacap menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2018. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan, dimana rapat tersebut untuk membahas berbagai program dan laporan pertanggungjawaban kinerja pengurus dan pengawas KUD Mino Saroyo kepada para anggotanya.

RAT Tutup Buku Tahun 2018 ini digelar di Gedung HNSI Cilacap, Kamis (28/2/2019), diikuti seluruh pengurus dan anggota KUD Mino Saroyo dari 8 kelompok nelayan, diantaranya Sentolokawat, Pandanarang, Sidakaya, Tegalkatilayu, Lengkong, Bengawan Donan, PPSC, dan Kemiren.

Hadir dalam pembukaan RAT, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto, Ketua DPC HNSI Cilacap, Sarjono, Kepala Dinas Perikanan Cilacap, Ditiasa Pradipta, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dian Arinda Murni, dan tamu undangan lainnya serta seluruh anggota KUD dan para nelayan.

Dalam sambutannya, Untung Jayanto menerangkan sebelum digelar RAT Tutup Buku 2018 ini, 8 kelompok nelayan sudah melaksanakan kegiatan pra-RAT tutup buku di masing-masing kelompok. “RAT ini merupakan puncak dari kegiatan pra-RAT itu sendiri, dan merupakan tanggung jawab pengurus koperasi dan pengawas terhadap anggota,” jelas dia.

Untung menerangkan, kinerja KUD Mino Saroyo tahun 2018, sejak TPI diberikan kepada KUD untuk mengelolanya, hasil tangkapan di laut per 1 Januari 2010 mencapai Rp 22 miliar.

Akhir tahun 2010 ada kenaikan Rp 10 miliar.

Dan, per 27 Februari 2019 tercapai Rp 93 miliar.

Pihaknya menekankan, sejak 2010 dan TPI dikelola KUD, omzet makin meningkat. “Dan kita satu-satunya KUD yang mengelola TPI,” timpalnya.

Berdasar data yang ada di KUD Mino Saroyo, jumlah anggota KUD dari 8 kelompok nelayan sebanyak 8.446 nelayan. Pengurus dan pengawas berjumlah 41 orang. Sedangkan karyawan KUD ada 100 orang.

Menurut Untung, seluruh usaha KUD Mino Saroyo, khususnya pelayanan kepada anggota nelayan saat ini relatif baik dan berjalan lancar.

Diantaranya pelayanan BBM, air bersih, waserda, simpan pinjam, dan pemasaran hasil perikanan yang dilelang melalui tempat pelelangan ikan (TPI).

“PR kita, apa yang disampaikan tadi pada pandangan umum akan kita tindak lanjuti semua,” imbuh Untung.

Terkait pengelolaan limbah, yaitu dari pengerukan tanah industri-industri di Cilacap, menurut Untung, nelayan semestinya diberitahu di koordinat mana, lintang berapa, bujur berapa.

“Kami di KUD nggak tahu peraturan yang mana. Namun menurut Ketua DPC HNSI Cilacap peraturan tahun 2006,” katanya.

Menurut Untung, pihaknya nanti akan mengajak HNSI bersama KSOP dan stakeholder lainnya guna menyelesaikan hal tersebut.

Dalam meningkatkan usaha koperasi, KUD telah melaksanakan usaha di sektor non perikanan, seperti kontraktor dan usaha angkutan mobil boks pendingin yang dibantu pemerintah melalui Dirjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Di bidang keuangan, KUD Mino Saroyo Cilacap kondisinya relatif sangat baik dan sehat. Aset dan SHU KUD Mino Saroyo terus berkembang.

Tentang kemajuan dan peningkatan KUD tidak lepas dari peran serta semua anggota. Untuk itu, dia mengimbau kepada anggota agar menjual hasil tangkapannya melalui TPI, sehingga koperasi dapat mensejahterakan anggotanya.

Sementara, Bupati Cilacap mengatakan pihaknya concern terhadap kesejahteraan nelayan dan pendidikan anak-anak nelayan.

“Untuk hal itu, Pemkab akan minta bantuan melalui CSR-CSR perusahaan yang ada di Cilacap, agar anak-anak nelayan bisa sekolah tinggi, jadi sarjana, jadi pejabat. Yang nantinya bisa ikut mensejahterakan kehidupan nelayan. Sebab, nelayan merupakan tulang punggung ekonomi masayarakat di Cilacap,” beber Tatto. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu