AKIBAT SABU : HS, seorang oknum anggota Satpol PP Samarinda saat diamankan oleh BNNK Samarinda karena kedapatan membawa sabu, Rabu (27/3/2019) malam. (Photo : Yovie/1News)

1News.id, SAMARINDA – Setelah beberapa waktu lalu seorang lurah dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diamankan petugas Badan Narkotika Nasional  Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) kedapatan sedang pesta narkoba di Jalan Dr Sutomo, Samarinda. 

Nah, Rabu (27/3/2019) malam kemarin sekitar pukul 21.45 Wita, seorang ASN Pemkot Samarinda berinisial HS (41) warga Jalan Gelatik, kembali diamankan Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda. 

Dimana, pria yang bertugas sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda ini, kedapatan membawa sabu sebanyak satu poket di dalam sebungkus rokok saat berada di Jalan Kemakmuran, Perumahan Pelita, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

“ Sabu itu ditemukan di dalam saku dan disimpan di dalam kotak rokok,” kata Kepala BNNK Samarinda, Siti Zaikomsyah, melalui Kasi Pemberantasan, Kompol  Risnoto kepada harian ini.

Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Kemakmuran kerap terjadi transaksi narkoba. Mendapatkan info tersebut, tim OTT BNNK Samarinda langsung bergerak guna melakukan penyelidikan.

“ Waktu di TKP, anggota melihat pelaku sedang sendirian dan tampak mencurigakan. Kemudian anggota mendatanginya dan melakukan penggeledahan. Hingga akhirnya ditemukan sabu itu,” jelas Ristono, lagi.

Ternyata, pria yang diamankan itu mengaku sebagai anggota Satpol PP Samarinda. Kemudian HS dibawa ke Kantor BNNK Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut.

“ Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku hanya mengantarkan pesanan saja. Dia mengambil barang itu dari seorang bandar di Segiri, dan rencananya akan di antar kepada pembeli,” tutur Ristono.

Namun mengenai apakah HS adalah seorang kurir atau lebih dari itu, tambah Ristono, pihaknya masih melakukan pendalaman.

“ Kita masih dalami itu, apakah dia kurir atau bukan, namun saat kita tes urine, dia positif pemakai. Kemudian apabila dia memang sebagai kurir, kita masih cari tahu apakah dia dapat upah atau hanya mengambil keuntungan dari hasil penjualan sabu itu,” ucap Ristono.

Saat ini, lanjutnya, HS sudah mendekam di ruang tahanan BNNK Samarinda. Selain narkoba, petugas juga mengamankan sejumlah bukti lain seperti, satu korek api gas, satu buah handphone, lima lembar bukti transfer serta uang tunai Rp 212 ribu.

“ Untuk bukti transfer, pelaku tidak mengakui itu hasil penjualan, tapi bukti pembayaran judi online,” tandas Ristono. (Vie) 

Berikan Tanggapanmu