AKTIFKAN KEMBALI : Tampak Camat Loa Kulu Ardiansyah bersama Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf dan Danramil Loa Kulu Kapten Inf Agus Sujoko saat memimpin Rakor bersama 15 Kades di Loa Kulu, Rabu (20/3/2019) siang. (Photo : Bayu/1News)

Jelang Pemilu Serentak dan Adanya Pembakaran Hingga Mengiris Ban Motor di Sebulu

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 ini, Tiga Pilar Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Mapolsek Loa Kulu, Rabu (20/3/2019) siang kemarin.

Dalam Rakor tersebut dipimpin langsung Camat Loa Kulu Ardiansyah, Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf, dan Danramil Loa Kulu Kapten Inf Agus Sujoko, serta dihadiri 15 Kepala Desa (Kades).

“ Rakor ini kami laksanakan dalam rangka menjelang pemilu serentak. Kami menghimbau kepada seluruh desa agar tetap menjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing,” kata Iptu Darwis Yusuf kepada harian ini.

Selain itu, lanjut Kapolsek, Tiga Pilar dalam hal ini adalah Pemerintah, Polri dan TNI meminta kepada seluruh Kades untuk segera berkoordinasi dengan para Ketua RT (Rukun Tetangga) untuk mengaktifkan kembali siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan). Mengingat ada beberapa daerah, termasuk di salah satu kecamatan di Kukar sendiri, mengalami situasi yang tidak kondusif.

“ Contohnya di Semarang, ada pembakaran mobil dan sepeda motor. Bahkan di dekat kita, tepatnya di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, ada oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan pembakaran teras rumah hingga jemuran serta mengiris ban sepeda motor. Kalau tidak salah kejadiannya sudah seminggu yang lalu,” urai Darwis.

Untuk itu, sesuai arahan Bapak Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar. Setiap Kapolsek bersama pemerintah dan TNI, harus menjaga wilayahnya masing-masing.

“ Ini salah satunya, dengan mengundang Muspika dan para Kades untuk melakukan koordinasi ini,” katanya.

Bahkan ungkapnya, pihak Polsek Loa Kulu akan melaksanakan patroli bersama Trantib, Satpol PP dan Koramil setiap malam ke jalan dan pemukiman warga. Itu dilakukan hingga subuh dan mobil patroli tidak boleh ada di kantor.

“ Tujuannya apabila ada yang ingin berbuat pidana, dengan adanya mobil patroli niat itu tidak jadi,” tutur Darwis.

Rakor seperti ini, akan dijadualkan setiap sebulan sekali. Karena, aku Darwis, rapat seperti ini jarang dilakukan, apalagi sampai mengumpulkan seluruh kades.

“ Biasanya kami kalau ketemu ya pas ada acara saja. Nah rakor kali ini kita gunakan khusus untuk membahas permasalahan siskamling ini,” jelasnya.

“ Tapi ada juga beberapa kades yang menyampaikan permasalahan lain ke kami. Mereka minta supaya muspika terus mensupport dan mengecek desa serta poskamling yang sudah dibentuk. Apabila ada poskamling yang kosong, maka Ketua RT-nya dipanggil ke polsek untuk ditanyai,” tandasnya.(bay)

Berikan Tanggapanmu