AKHIRNYA DITEMUKAN : Petugas Polsek Muara Muntai bersama tim gabungan saat berada di lokasi penemuan jasad Syamsuri, yang dilaporkan hilang tenggelam sejak, Jumat (15/3/2019) kemarin. (Photo : Istimewa)

Pemancing di Muara Muntai yang Hilang Tenggelam

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Setelah dua hari dilakukan pencarian usai dilaporkan hilang tenggelam sejak, Jumat (15/3/2019) kemarin. Akhirnya jasad Syamsuri (25) seorang Nelayan warga Desa Pulau Harapan RT 02, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil ditemukan, Sabtu (16/3/2019) malam tadi sekitar pukul 20.45 Wita.

Jasad Syamsuri ditemukan mengambang dengan kondisi meninggal dunia dibelakang rakit milik seorang warga bernama Haji Nanang, tak jauh dari lokasi kejadian.

“ Sudah ditemukan, tapi korban meninggal. Jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi hilang tenggelam,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun kepada harian ini, Sabtu malam.

Usai ditemukan, jasad Syamsuri langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat milik Basarnas Kukar. Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita, jasadnya dibawa ke rumah duka.

“ Tidak ada tanda-tanda kekerasan, korban murni meninggal akibat tenggelam. Rencananya malam ini juga (Sabtu,Red) akan dikebumikan pihak keluarga,” terang Salamun.

Diberitakan sebelumnya, Syamsuri dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Desa Pulau Harapan sejak, Jumat kemarin. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Ipul, tetangganya. 

Ketika itu sekitar pukul 05.30 Wita, Ipul menemukan perahu ces milik Syamsuri dalam kondisi karam dengan posisi mesin berada dibawah atau terendam air.

Ternyata dari keterangan pihak keluarga. Syamsuri dikabarkan pergi memancing sekitar pukul 04.00atau 05.00 Wita dengan menggunakan perahu ces di sungai antara Desa Pulau Harapan dengan Desa Rebaq Rinding.

Sejak menerima laporan itu, tim gabungan dari Basarnas, Polsek Muara Muntai, Koramil Muara Muntai, Dinas Perhubungan, Staf Kecamatan dan Desa, Linmas serta masyarakat melakukan pencarian dengan menyisiri sungai menggunakan perahu ces sebanyak 20 unit milik warga dan 2 unit milik Basarnas. (bay)

Berikan Tanggapanmu