1News.id, Cilacap – Salah satu salon kecantikan di Jalan Tidar, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, digerebek Sat Reskrim Polres Cilacap karena diduga melakukan praktik kesehatan tanpa izin.

: humas polres cilacap

Dalam melakukan aksinya, pelaku berpura-pura melakukan pekerjaan sebagai salon kecantikan.

Petugas akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan 2 orang yang diduga sebagai pelaku.

Hal itu diungkap Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto saat jumpa media di salon kecantikan tersebut yang digunakan praktik kedua pelaku, Senin (28/2/2019).

Kapolres menjelaskan, kedua pelaku bernama US, pemilik salon yang bertempat tinggal di Perum Sidanegara Indah Cilacap dan AT, seorang bidan warga Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pelaku diduga memiliki salon kecantikan yang digunakan untuk praktik kesehatan tanpa izin dari dinas terkait, baik izin usaha maupun izin praktik kesehatan.

“Salon kecantikan pelaku menyedikan pelayanan infuse whitening, inject whitening serta melakukan pemasangan behel gigi,” kata Kapolres.

Dari lokasi kejadian petugas berhasil menyita beberapa obat yang dibeli secara ilegal serta beberapa alat medis yang digunakan oleh para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kedua pelaku sudah melakukan praktik tersebut selama 3 tahun

Dari infornasi beberapa korban, ada yang mengalami pembengkakan tangan serta beberapa luka saat pemasangan kawat gigi.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang RI No 29 tahun 2004 tentang Pratik Kedokteran jo Pasal 56 KUHP karena dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar dan menggunakan alat, metode yang menimbulkan kesan seolah-olah dokter atau dokter gigi dengan ancaman di atas 3 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau jika akan melakukan perawatan kecantikan dan kesehatan agar berkonsultasi dengan rumah sakit terdekat dan dokter yang mempunyai izin resmi.

“Jangan mengambil risiko melakukan perawatan kesehatan yang bukan ahlinya,” pungkas Kapolres. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu