BENTUK PENCEGAHAN : Wakapolres Kukar sekaligus Kalakhar BNK Kukar, Kompol Wiwit Adisatria bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kaltim, Ibu Marselina didampingi Kepala Lapas Perempuan Kelas 2A Samarinda dan Plt Dinkes Kukar, Bapak Boma saat melakukan pendatangan deklarasi, Kamis (21/3/2019) pagi. (Photo : Istimewa)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Tentu bukan menjadi rahasia lagi masih banyaknya peredaran narkoba dan penggunaan handphone di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim). Yang mana, hal tersebut tentu saja mendapatkan tanggapan negatif dari seluruh kalangan masyarakat.

Untuk mencegah hal tersebut, Kamis (21/3/2019) pagi tadi sekitar pukul 09.45 Wita, Lapas Perempuan Kelas 2A Samarinda menggelar Apel sekaligus penandatangan Deklarasi Bebas Penyalahgunaan Narkoba dan Handphone (HP) di Halaman Lapas yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kaltim, Marselina, Kepala Lapas Perempuan Kelas 2A Samarinda, Sri Astiana, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Boma, PJU Lapas Perempuan Kelas 2A Samarinda, serta 50 warga binaan dan pegawai. Sementara Inspektur Upacara (Irup) di pimpin Wakapolres Kukar sekaligus Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kukar, Kompol Wiwit Adisatria.

“ Kita (Polri dan BNK) sangat terbantu dengan deklarasi yang dilaksanakan Lapas Perempuan Kelas 2A ini. Karena kita tahu sendiri, masih banyak peredaran narkoba yang dikendalikan di dalam Lapas dan Rutan. Apalagi pengunaan handphone, masih banyak yang menggunakannya di dalam,” kata Wiwit kepada harian ini.

“ Semoga deklarasi ini bisa menjadi contoh bagi Lapas dan Rutan lain yang ada di Kaltim dan di seluruh Indonesia. Apabila semua melakukan hal seperti ini, tentu saja peredaran narkoba akan berkurang,” tambah Wiwit.Usai apel, dilanjutkan dengan penandatangan deklarasi oleh Kompol Wisit Adisatria, Ibu Marselina dan Bapak Boma. Kemudian dilakukan pengecekan ruang tahan atau blok di dalam Lapas oleh Wakapolres didampingi Ibu Marselina dan Ibu Sri Astiana. Pengecekan itu dilakukan guna menanggapi kasus kaburnya lima tahanan anak di Lapas Khusus Anak beberapa waktu lalu.

“ Saat itu saya mengecek kondisi ruangan dan bloknya. Jangan sampai ada tahanan kabur seperti kemarin. Ini bentuk antisifasi kami, karena kalau ada yang kabur, polisi juga yang sibuk mencarinya lagi,” tegas Wakapolres. (bay)

Berikan Tanggapanmu