DUKUN CABUL : Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf bersama Kanit Reskrim Aiptu Makmur Jaya dan anggota saat mendampingi Edy Sopian (kaos orange), seorang dukun kampung yang tega mencabuli seorang gadis berusia 16 tahun di Loa Kulu. (Photo : Bayu/1News)

Mengaku Nafsu, Sentuh Bagian Sensitif Saat Memandikan Korban

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Ibarat pribahasa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itulah yang dilakukan Edy Sopian (38) warga Dusun Tanjung Laong RT 14, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Karena nekat mencabuli seorang gadis berusia 16 tahun, sebut saja Bunga, Edy yang dikenal warga sebagai dukun kampung, harus berurusan dengan aparat Kepolisian Sektor Loa Kulu.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf menerangkan, perbuatan cabul yang dilakukan Edy terhadap Bunga terjadi, Kamis (7/3/2019) malam lalu sekitar pukul 20.30 Wita di Dusun Tanjung Laong, Desa Jembayan, Loa Kulu.

“ Dari keterangan korban, pelaku telah melakukan pencabulan sebanyak dua kali. Pertama hari Kamis tanggal 28 Februari 2019 dan terakhir 7 Maret 2019,” jelas Darwis kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek Loa Kulu, Rabu (20/3/2019) siang.

Terungkapnya kasus cabul oleh seorang dukun ini, berawal adanya pesan whatsapp (WA) yang diterima tante Bunga dari temannya. Pesan itu berisikan informasi kalau Bunga telah di dukuni dan dicabuli oleh dukun bernama Edy tersebut.

Karuan saja, tante Bunga tak terima dan langsung mendatangi Bunga. Kepada kakaknya, Bunga mengakui kalau dukun itu telah mencabulinya dan memegang bagian sensitifnya saat dimandikan di rumah.

“ Jadi karena takut dengan keluarga, korban bercerita tentang kejadian itu kepada saksi (teman tantenya). Kemudian teman tantenya itulah yang mengirimkan pesan itu. Karena tak terima dengan perbuatan pelaku, tantenya korban datang ke Polsek Sabtu siang sekitar pukul 13.00 Wita untuk melapor,” kata Darwis.

Usai menerima laporan, Tim Petir Polsek Loa Kulu dipimpin Kapolsek Loa Kulu dan Kanit Reskrim Aiptu Makmur Jaya langsung bergerak ke lokasi dimana Edy berada. Tepat sekitar pukul 14.00 Wita, Edy diamankan dan dibawa ke Mapolsek Loa Kulu guna pemeriksaan lebih lanjut.

“ Waktu kita tanya, pelaku mengakuinya. Dia mengaku nafsu lantaran melihat korban basah kuyup dan hanya mengenakan sehelai kain sarung, ketika memandikan korban dengan tujuan untuk membuang atau membersihkan dari ‘Apit Bangkai’ kata orang sini,” jelasnya.

“ Karena kata nenek korban kepada pelaku. Ibunya korban meninggal dunia saat melahirkan korban. Jadi neneknya meminta pelaku untuk menyembuhkan agar korban tidak mengalami hal serupa,” tambah Darwis.

Saat ini, Edy sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam dalam sel. Edy dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“ Untuk barang bukti kami mengamankan satu lembar sarung, satu baju kaos, satu celana, satu bak warna hitam, dan satu gayung warna merah,” urai Darwis.

Mengenai apakah ada korban lain. Darwis mengatakan sampai saat ini pihaknya belum ada menerima laporan lain.

“ Tapi tidak ada kemungkinan apabila sudah viral, akan ada warga yang menjadi pasiennya yang menjadi korban Edy,” cetusnya.Sementara itu, Edy mengaku sudah berulang kali menyembuhkan orang. Mulai dari penyakit stroke dan lain sebagainya. Sehingga akunya, dia dipercaya warga sekitar.

“ Baru dua bulan ini dan bisa menyembuhkan ini adalah hasil turun temurun keluarga,” kata pria yang bekerja di galangan kapal ini.

Edy membantah telah mencabuli Bunga.

“ Saya nggak merasa mencabulinya. Pas saya memandikan, saya minta dia (Bunga,Red) untuk membersihkan bagian itunya. Tapi dia bilang, saya saja, karena saya yang lebih paham (proses pembersihan),” ucap bapak dua anak ini.

Mengenai ilmu penyembuhan itu, Edy tak bisa menjawab ketika wartawan bertanya apakah yakin bisa menyembuhkan. Edy hanya diam tertunduk dan tak bisa berkata-kata. Namun dia tetap yakin kalau sejumlah pasiennya ada yang sembuh saat di obatinya. Bahkan Edy tidak mematok harga apabila ada warga yang meminta pertolongannya.

“ Bahkan pernah saya kembalikan uangnya, tidak saya terima,” katanya.(bay)

Berikan Tanggapanmu