DARI LAPAS : Patuh Joko Prayoga, seorang pengedar di Kecamatan Tabang, Kukar saat diamankan. Tampak Kapolsek Tabang Iptu Mansur memperlihatkan barang bukti 12 poket yang dibeli Patuh dari Napi di Lapas Samarinda. (ist)

Polisi Temukan 12 Poket Sabu di Bawah Drum Kamar Mandi

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah hukum Kutai Kartanegara (Kukar) kian marak terjadi, bahkan terus merambah hingga ke pelosok terdalam. Hal tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya seorang pengedar oleh Unit Reskrim Polsek Tabang.

Dia bernama Patuh Joko Prayoga (26) warga pendatang asal Jalan Jati 2, RT 27, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Patuh berhasil diamankan, Rabu (30/1/2019) malam lalu sekitar pukul 23.30 wita di Dusun Pondok Labu, Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Kukar.

“ Jadi pelaku ini aslinya warga dari Samarinda dan selama di sini (Tabang,Red) menumpang di rumah kontrakan temannya di Desa Buluq Sen,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Tabang Iptu Mansur kepada harian ini, Sabtu (2/2/2019) pagi.

Kemudian lanjut Mansur, terungkapnya kasus ini berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah kontrakan di Desa Buluq Sen kerap terjadi transaksi narkoba. Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Bripka Raden Sukman Anugrah beserta personel untuk lakukan penyelidikan.

“ Saat dilapangan Kanit beserta anggota berhasil mengantongi identitas pelaku. Kemudian anggota melakukan pengintaian di kontrakan tempatnya menginap,” ucapnya.

Tepat sekitar pukul 23.30 Wita, petugas melihat seorang pria sedang berdiri sendirian di depan rumah kontrakan. Setelah dipastikan itu adalah Patuh, petugas langsung menciduknya.

“ Langsung kami amankan dan kami minta untuk menunjukkan tempatnya menyimpan barang bukti,” tutur Mansur.

Karuan saja, Patuh yang tak bisa berkutik, terpaksa mengaku dan memberitahukan kepada petugas tempatnya menyimpan sabu. Kemudian Patuh membawa petugas untuk masuk ke dalam rumah dan mengarah ke kamar mandi.

“ Ternyata pelaku menyimpan sabu di bawah drum di kamar mandi. Disana kami temukan sebuah dompet berisikan 12 poket sabu lengkap dengan sendok takar dan plastik klipnya,” urai Kapolsek.

Usai mengamankan Patuh beserta barang buktinya, petugas lalu membawanya ke Mapolsek Tabang untuk diperiksa lebih lanjut.

“ Dari pengakuan pelaku, dia membeli barang dari seorang Narapidana (Napi) di Lapas Samarinda berinisial P. Biasanya pelaku memesan barang kepada Napi tersebut sebanyak 2 gram melalui handphone. Setelah itu barulah pelaku mengambil barang yang dilempar dipinggir jalan oleh kurir suruhan Napi itu,” beber Mansur.

Selanjutnya tambah Kapolsek, Patuh merupakan pemain baru. Selama di Tabang, Patuh berencana mencari pekerjaan sembari mengedarkan narkoba. Untuk berat sabu yang diamankan dari tangan Patuh, mencapai 3,73 gram.

“ Harganya bervariasi, ada yang Rp 300 ribuan hingga Rp 500 ribuan, tergantung beratnya,” ucap Mansur.

Akibat perbuatannya, Patuh saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo 114 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu