KETAHUAN MENCURI : Achmad dan Kholik saat diamankan di Mapolsekta Palaran lantaran dilaporkan mencuri beras di gudang distributor tempat mereka bekerja. (ist)

Dilakukan Selama Satu Tahun, Pemilik Mengaku Kehilangan 19 Ton

1News.id, SAMARINDA – Sepintar-pintarnya menyimpan bau busuk akhirnya tercium juga. Itulah kata yang pantas diterima Achmad (30) dan Abdul Kholik (35), keduanya warga Kota Samarinda. Mereka ditangkap petugas Polsekta Palaran lantaran mencuri beras di gudang distributor di Jalan Dwikora RT 16, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto didampingi Kapolsekta Palaran, Kompol R Sigit Satrio Hutomo menerangkan, gudang distributor beras tersebut adalah milik Dapit Can (34) warga Jalan Ir Sutami, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Sementara Achmad dan Kholik merupakan karyawan di gudang itu. Achmad sopir, sedangkan Kholik helper (buruh angkut).

“ Pencurian ini sudah dilakukan kedua pelaku selama satu tahun. Hanya saja korban baru menyadari beberapa hari yang lalu. Korban menemukan ada keanehan di pembukuan keluar masuk barang. Dimana jumlah pendapatan tidak sesuai dengan jumlah barang yang keluar dari gudang,” terang Sigit saat dikonfirmasi harian ini, Jumat (1/2/2019) siang.

Dari situlah Dapit menaruh curiga kalau ada karyawannya yang telah “ bermain”. Kemudian Dapit bergegas mengecek rekaman CCTV di gudangnya tersebut.

“ Ketika itulah korban melihat dari rekaman CCTV kalau kedua pelaku telah melakukan pencurian disaat hendak mengantarkan beras yang dipesan. Saat pengawasnya lengah, kedua pelaku mengambil beras lagi dan menumpuknya di mobil pikap, dan itu diluar dari jumlah beras yang akan di antar,” urai Sigit.

Setelah menemukan bukti, Dapit lalu melapor ke Polsekta Palaran. Selanjutnya petugas langsung menangkap Achmad di rumahnya di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Gunung Lingai, kemudian baru Kholik di rumahnya yang berada di kawasan Jalan P Suryansyah, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda.

“ Mereka kami tangkap Rabu (30/1/2019) lalu dan sudah kami amankan di kantor. Bahkan mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” tutur Kapolsekta.

Mengenai dugaan mencuri 19 ton beras di gudang milik Dapit, polisi belum bisa memastikannya. Lantaran kepada polisi, Achmad dan Kholik hanya mengaku mencuri 13 karung saja.

“ Untuk 19 ton beras seperti yang dikatakan oleh korban, kami minta dibuktikan lebih dulu. Karena untuk saat ini kedua pelaku hanya mengaku mencuri 13 karung saja. Itupun semuanya sudah laku dijual mereka,” beber Sigit. (bay/Ono918)

Berikan Tanggapanmu